PPGKEMENAG.ID — Anggota DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, mengungkapkan adanya banyak aduan dari masyarakat terkait sekolah swasta gratis di Ibu Kota yang diduga masih memungut biaya tambahan dari siswa maupun orang tua. Temuan ini telah dibahas dalam rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Justin menyebut, banyaknya keluhan tersebut telah disampaikan dalam rapat. “Itu sudah kita bahas di rapat Komisi E dengan Dinas Pendidikan. Saya sampaikan banyak aduan warga terkait biaya-biaya di belakang,” kata Justin, Jumat (8/5/2026).
Dalam rapat yang sama, Justin juga meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan dan mengusulkan evaluasi terhadap skema program sekolah swasta gratis. Menurutnya, jika masih ada pungutan biaya di lapangan, maka istilah program tersebut perlu ditinjau ulang. “Akhirnya di rapat saya minta penjelasannya, sambil tawarkan ganti judul jadi sekolah setengah gratis,” ujarnya.
Meski demikian, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta itu belum bersedia mengungkap lokasi spesifik sekolah-sekolah yang diduga masih memungut biaya. Ia hanya menyebutkan bahwa Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, telah mengklarifikasi temuan ini dan berjanji akan menindaklanjutinya. “Sudah diklarifikasi oleh Kadisdik ibu Nahdiana, bahwa sekolah swasta gratis yang dilaporkan terkait itu akan diberikan teguran, dan di evaluasi kemitraannya dengan pemprov,” lanjut Justin.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mengambil tindakan tegas terhadap sekolah swasta gratis yang masih menarik biaya, meskipun telah terdaftar dalam program tersebut. Ia menekankan bahwa sekolah yang telah mengikuti program ini tidak boleh lagi membebankan biaya tambahan kepada siswa.
“Kalau kemudian sudah digratiskan masih menarik fasilitas yang ada kepada siswa, kepada murid, pemerintah DKI Jakarta akan mengambil keputusan tegas untuk itu,” ucap Pramono saat ditemui di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Jumat.
Program Sekolah Swasta Gratis dan Anggarannya
Sebagai informasi, pada tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan 103 sekolah swasta untuk masuk dalam program sekolah gratis. Sekolah-sekolah tersebut mencakup jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK. Untuk menjalankan program ini, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp253 miliar.
Program ini digagas dengan harapan dapat memperluas akses pendidikan yang lebih merata, terutama bagi warga dari keluarga kurang mampu di Ibu Kota.
Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta sempat mengusulkan adanya penambahan jumlah sekolah swasta yang masuk dalam program gratis tersebut. Namun, Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa keputusan terkait penambahan ini harus dibahas bersama DPRD, dan tidak bisa ditentukan secara sepihak oleh pemerintah daerah.
“Karena memberikan fasilitas sekolah gratis itu tidak mungkin sendirian oleh pemerintah DKI Jakarta. Jadi harus bersama-sama dengan DPRD,” kata Pramono.
Pembahasan mengenai kemungkinan penambahan jumlah sekolah yang terlibat dalam program ini akan dilakukan untuk tahun anggaran berikutnya. Keputusan final akan tetap melalui kesepakatan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
