PPGKEMENAG.ID — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, merespons pesan salam yang disampaikan oleh eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, atau Gus Yaqut. Momen ini terjadi usai pertemuan Gus Ipul dengan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada Jumat (8/5/2026).
Gus Ipul awalnya mengaku tak menyangka bahwa Gus Yaqut juga sedang berada di Gedung KPK.
Ketika diberitahu mengenai salam tersebut, Gus Ipul sontak mengucapkan terima kasih.
“Oh, ada dia tah? terima kasih, terima kasih disampaikan,” kata Gus Ipul, sambil mengatupkan tangannya kepada sejumlah wartawan.
Setelah menanggapi, Gus Ipul kemudian melanjutkan langkahnya memasuki mobil listrik yang sudah menunggunya.
Sebelumnya, eks Menag Yaqut Cholil Qoumas memang sempat menyampaikan pesan singkat tersebut. Momen itu terjadi ketika ia hendak memasuki mobil tahanan KPK, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada hari yang sama.
“Assalamualaikum, saya minta, salam buat Gus Ipul ya,” ujar Yaqut.
Saat itu, Yaqut memilih hemat bicara dan hanya tersenyum kepada awak media yang menyodorkan sejumlah pertanyaan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji, sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil tahanan.
Secara terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa kehadiran Yaqut di Gedung KPK hari itu berkaitan dengan proses perpanjangan masa penahanan.
“Perpanjangan dibutuhkan, karena penyidikan masih berprogres, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi,” jelas Budi, melalui pesan singkat kepada wartawan.
Kunjungan Gus Ipul ke KPK untuk Konsultasi
Adapun kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, terpantau pada Jumat (8/5/2026) pukul 09.32 WIB.
Gus Ipul tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal, serta jajaran direktur di lingkungan Kementerian Sosial.
Gus Ipul menjelaskan bahwa kedatangannya ke KPK bertujuan untuk bersilaturahmi, berkonsultasi, dan meminta nasihat terkait pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial.
“Silaturahmi, konsultasi, minta nasihat, dan sekaligus menyampaikan perkembangan-perkembangan pengadaan barang dan jasa di Kemensos,” terang Gus Ipul kepada wartawan.
Ia mengaku tidak ada persiapan khusus yang dilakukan sebelum menemui pimpinan KPK.
Pihaknya ingin menyampaikan proses pengadaan barang dan jasa kepada KPK agar terhindar dari praktik korupsi, khususnya untuk program Sekolah Rakyat.
“Kebetulan kita juga sedang memulai pelaksanaan pengadaan pada tahun 2026, kita ingin program strategis bapak presiden khususnya sekolah rakyat tidak dikotori oleh praktik korupsi,” imbuhnya.
Gus Ipul menambahkan, Kementerian Sosial sangat terbuka untuk dilakukan pengawasan dan pengawalan terkait pelaksanaan barang dan jasa, baik oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), maupun lembaga-lembaga non-pemerintah.
“Nah, nanti kita coba nasihatnya seperti apa akan kita tindak lanjuti,” pungkasnya.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
