PPGKEMENAG.ID — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan segera mengumumkan tarif resmi bus Transjabodetabek rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) atau SH2. Keputusan ini diambil seiring dengan berakhirnya masa uji coba layanan tersebut yang telah berlangsung selama hampir tiga bulan.
Pramono Anung menyatakan bahwa penetapan tarif akan dilakukan dalam waktu dekat. “Tarif TJ pada waktu saya secara resmi mencanangkan, kan pada waktu itu dikasih period untuk 3 bulan. Dan 3 bulan kan belum selesai, baru akan selesai. Dan segera akan kita putuskan untuk itu,” ujar Pramono di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Jakarta Timur, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, tarif untuk rute bandara akan berbeda dibandingkan tarif TransJakarta reguler, karena mempertimbangkan biaya operasional yang lebih besar. Perbedaan tarif ini, menurut Pramono, juga bertujuan agar subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak terlalu membebani anggaran.
“Kenapa yang Soekarno Hatta berbeda? Yang pertama karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga cost-nya lebih tinggi dibandingkan di tempat lain,” kata Pramono.
Layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta sendiri diresmikan oleh Pramono pada 12 Maret 2026. Selama masa uji coba, penumpang menikmati tarif perjalanan sebesar Rp 3.500 untuk sekali jalan.
“Untuk rute SH2 Blok M ini, Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama 3 bulan terutama dalam rangka menyambut Idulfitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp 3.500 selama 3 bulan ini,” ujar Pramono saat peresmian di Halte Blok M, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Pramono juga pernah mengisyaratkan bahwa tarif normal setelah periode promo kemungkinan akan berada di kisaran Rp 10.000 hingga Rp 15.000.
“Setelah itu kami akan melakukan evaluasi, karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar, kami akan menaikkan angkanya, range-nya antara Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000,” ucapnya.
Saat ini, rute tersebut dilayani oleh 14 unit armada bus yang beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB. Waktu tunggu bus diperkirakan antara 10 sampai 20 menit, dengan estimasi waktu tempuh perjalanan sekitar 121 menit.
Rute ini memiliki panjang lintasan 65,1 kilometer dengan total 23 titik pemberhentian.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
