PPGKEMENAG.ID — Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas militer Iran setelah insiden di Selat Hormuz, sementara mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris secara tajam mengkritik kebijakan Presiden Donald Trump di Timur Tengah. Perkembangan ini menjadi sorotan utama dalam berita internasional edisi Jumat (8/5/2026).
1. Balas Dendam, AS Gempur Fasilitas Peluncur Rudal dan Drone Iran
Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran sebagai balasan setelah tiga kapal perang AS diserang saat melintasi Selat Hormuz.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan, fasilitas yang menjadi sasaran serangan merupakan lokasi peluncuran rudal, drone, dan kapal kecil yang digunakan untuk menyerang kapal perang AS.
“Pasukan AS mencegat serangan Iran yang tidak diprovokasi dan merespons dengan serangan untuk membela diri ketika kapal perusak rudal kendali Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada 7 Mei,” kata CENTCOM dalam pernyataannya.
2. Kamala Harris Lepas Kendali, Sebut Trump Berbahaya dan Perangnya Omong Kosong
Mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris melancarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait eskalasi konflik di Iran.
Harris secara blak-blakan menyebut langkah-langkah yang diambil Trump dalam perang Iran sebagai sebuah “omong kosong”. Pernyataan keras itu disampaikan Harris saat berbicara dalam acara diskusi santai Partai Demokrat Nevada di Las Vegas pada Kamis (7/5/2026).
3. Trump Santai soal Baku Tembak AS-Iran di Selat Hormuz: Cuma Sentuhan Kasih Sayang
Presiden AS Donald Trump menanggapi dengan santai baku tembak terbaru antara AS dan Iran di Selat Hormuz.
Meskipun kedua negara saling melancarkan serangan, Trump menyebut aksi militer tersebut hanya sebagai “sentuhan kasih sayang”. Ia juga menegaskan bahwa gencatan senjata antara Washington dan Teheran masih tetap berlaku, kendati ketegangan kembali memanas di jalur pelayaran strategis tersebut.
4. WHO Tegaskan Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Baru
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa wabah hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius bukan merupakan awal dari pandemi baru.
Meskipun telah memakan korban jiwa, badan kesehatan PBB tersebut menyatakan risiko kesehatan masyarakat secara umum masih tergolong rendah. Epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, menjelaskan bahwa karakteristik hantavirus sangat berbeda dengan Covid-19 yang sempat melumpuhkan dunia enam tahun lalu.
5. Bentrok Lagi di Selat Hormuz, AS Hantam Tanker Iran Usai 3 Kapal Perangnya Diserang
Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling serang di Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026), memicu ancaman runtuhnya gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April.
Washington mengeklaim serangannya dilakukan sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal perang AS. Sebaliknya, Teheran menuduh militer AS lebih dulu menyerang kapal tanker minyak Iran dan wilayah sipil. Bentrokan terbaru ini terjadi di tengah negosiasi yang masih berlangsung untuk mengakhiri konflik antara kedua negara, demikian dikutip dari AFP.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
