— Kekalahan Persipura Jayapura 0-1 dari Adhyaksa FC dalam babak play off Championship Liga 2 musim 2025/2026 berujung pada kericuhan suporter di Stadion Lukas Enembe. Insiden ini terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang, menggagalkan ambisi Mutiara Hitam untuk promosi ke Super League.

Pertandingan yang digelar di markas Persipura itu berakhir dengan skor tipis 0-1 untuk kemenangan tim tamu Adhyaksa FC. Hasil ini memastikan Persipura gagal merebut satu tiket menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kekecewaan suporter tuan rumah langsung memuncak begitu wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, mengakhiri pertandingan. Massa memulai aksi anarkis dengan melempari wasit dan para pemain Adhyaksa FC saat mereka hendak memasuki ruang ganti pemain. Aparat kepolisian segera turun tangan untuk memberikan perlindungan.

Situasi semakin memanas ketika massa suporter berhasil memaksa masuk ke dalam lapangan. Mereka kemudian melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas stadion, termasuk kursi pemain, layar monitor VAR, hingga kamera milik wartawan yang sedang meliput.

Untuk membubarkan kerumunan massa yang telah menguasai area lapangan, pihak kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata.

Hingga saat ini, massa suporter masih terpantau berada di luar stadion. Sementara itu, seluruh pemain dan wasit yang memimpin pertandingan masih tertahan di dalam stadion di bawah penjagaan ketat aparat keamanan.