— Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mengevakuasi Jumiatun (34), salah satu korban kecelakaan bus ALS, dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menuju Palembang. Evakuasi ini dilakukan menyusul kondisi Muratara yang tengah dilanda banjir, dikhawatirkan mengganggu perawatan medis pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Trisnawarman, menjelaskan bahwa Jumiatun akan dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang. Proses rujukan telah dimulai pada Jumat (8/5/2026) malam, sebagai langkah antisipasi demi keselamatan pasien.

“Karena kondisi Muratara banjir, kami tidak merekomendasikan pasien tetap dirawat di sana. Dikhawatirkan terjadi pemadaman listrik berjam-jam sehingga membahayakan pasien. Sehingga evakuasi malam ini kami lakukan menggunakan mobil ambulans dengan pengawalan,” kata Trisnawarman saat menggelar konferensi pers.

Menurut Trisnawarman, Jumiatun mengalami luka bakar serius, mencapai 80-85 persen, dan membutuhkan fasilitas medis yang lebih aman serta stabil. Saat ini, pasien menggunakan alat bantu pernapasan ventilator untuk menopang fungsinya.

“Pasien mengalami luka bakar 80-85 persen. Tensinya masih bagus, tetapi dipasang ventilator dan pasien ditidurkan agar tidak merasakan sakit,” tambahnya.

Dalam proses evakuasi, pasien dilengkapi dengan tenaga medis dan pengawalan ketat untuk memastikan kondisi Jumiatun tetap stabil dan tiba di Palembang dengan cepat. “Malam ini akan dibawa ke Palembang diiringi ambulans, perawat, ventilator, dan dikawal polantas. Mudah-mudahan kondisi pasien tetap bagus,” ujar Trisnawarman.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang, Kombes Budi Susanto, membenarkan bahwa satu pasien korban kecelakaan lain, Ngadiono (44), telah berhasil dievakuasi dan tiba di Palembang. Ngadiono kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

“Saat ini tetap dirawat di ICU. Pasien dengan kondisi luka bakar rawan mengalami infeksi, pasien atas nama Ngadiono mengalami luka bakar di seluruh wajah, leher dan dada. Kondisinya sadar dan bisa diajak komunikasi,” jelas Kombes Budi Susanto.

Dampak Banjir Meluas di Muratara

Evakuasi pasien ini terjadi di tengah kondisi Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang dilanda banjir bandang akibat hujan deras. Bencana ini menyebabkan sedikitnya 80.000 rumah warga di enam kecamatan terendam air.

Enam kecamatan yang terdampak parah meliputi Rawas Ulu, Ulu Rawas, Rupit, Karang Jaya, Karang Dapo, dan Rawas Ilir.

Bupati Muratara, Devi Suhartoni, mengungkapkan bahwa selain merendam pemukiman, banjir juga mengakibatkan putusnya sedikitnya enam jembatan gantung. Tak hanya itu, dua rumah warga juga hanyut terbawa arus deras.