— Maskapai Garuda Indonesia menyerahkan 49 koper cadangan yang akan digunakan untuk mengganti koper jemaah haji Indonesia yang mengalami kerusakan parah. Penyerahan dilakukan di Kantor Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah pada Jumat (8/5/2026).

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa koper-koper cadangan ini dialokasikan khusus untuk penggantian. Ia menekankan adanya proses seleksi ketat sebelum penggantian dilakukan.

Bakal ada proses asesmen apakah koper jemaah tersebut layak diganti atau tidak,

ujar Abdul Basir di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi, Jumat (8/5/2026).

Basir merinci mekanisme pelaporan kerusakan koper yang harus diikuti jemaah:

  • Jemaah melaporkan kerusakan koper disertai bukti foto kepada ketua kloter masing-masing.
  • Laporan kemudian diteruskan kepada ketua sektor dan selanjutnya ke ketua daker.
  • Proses asesmen oleh Daker Mekah dan Madinah akan dilakukan untuk memverifikasi kondisi koper dan menentukan apakah kerusakan tergolong parah sehingga layak diganti.

Selain Garuda, Maskapai Saudia juga turut berkontribusi dengan menyediakan 30 koper cadangan untuk tahap awal.

Komitmennya jika dibutuhkan, akan ditambah,

kata Basir, merujuk pada kesiapan Saudia untuk menambah jumlah koper.

General Manager Garuda Jeddah, Nano Setiawan, berharap koper cadangan yang telah diserahkan ini dapat bermanfaat bagi jemaah yang benar-benar membutuhkan. Garuda sendiri telah menerima beberapa laporan mengenai kerusakan koper dari jemaah.

Harapannya 49 koper ini bisa menggantikan koper-koper jemaah yang rusak parah,

tutur Nano.