— Banyak orang mengalami kesulitan tidur di rumah, namun tak banyak yang menyadari bahwa selain kebersihan tidur (sleep hygiene), tata letak kamar tidur memegang peranan krusial terhadap kualitas istirahat. Dua pakar, seorang desainer interior dan seorang ahli kesehatan tidur, mengungkap bagaimana penataan furnitur di kamar dapat memengaruhi cara tubuh beristirahat setiap malam.

Mengapa Tata Letak Kamar Berpengaruh pada Tidur?

Para ahli sepakat bahwa penataan kamar tidur memiliki dampak langsung pada kemampuan tubuh untuk mengisi ulang energi. Kamar tidur, pada fungsi dasarnya, adalah tempat untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.

“Kamar tidur, pada fungsi dasarnya, adalah tempat untuk beristirahat dan memulihkan tenaga,” ujar desainer interior Catherine Shuman.

Menurut Shuman, ruangan yang berantakan, kurangnya cahaya alami, hingga posisi tidur yang membelakangi pintu dapat membuat sistem saraf terus berada dalam kondisi waspada. Kondisi ini, yang disebutnya sebagai respons ancaman tingkat rendah, menjadi salah satu penyebab mata sulit terpejam.

5 Cara Mengatur Kamar agar Tidur Lebih Nyenyak

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk menciptakan suasana kamar yang ideal demi tidur yang lebih berkualitas:

1. Ubah Posisi Tempat Tidur

Shuman menyebutkan bahwa perubahan yang paling berdampak adalah memindahkan posisi kasur. Penempatan kasur sangat memengaruhi rasa nyaman di dalam ruangan.

“Idealnya, kamu ingin memiliki pandangan yang jelas ke arah pintu tanpa harus berada tepat segaris lurus dengannya,” jelas Shuman.

2. Ciptakan Keseimbangan dan Simetri

Keseimbangan furnitur di dalam ruangan sangat penting untuk menciptakan suasana yang tenang. Kamar yang salah satu sisinya terasa lebih “berat” karena tumpukan furnitur akan membuat suasana terasa kurang nyaman dan tidak seimbang.

3. Atur Pencahayaan

Jangan hanya mengandalkan lampu utama yang terlalu terang. Penggunaan lampu redup dengan warna hangat di malam hari sangat dianjurkan. Cahaya seperti ini membantu tubuh mempersiapkan diri untuk tidur.

“Cahaya hangat dan redup membantu menstimulasi produksi melatonin (hormon utama tidur),” ungkap pakar tidur, Tom Hensen.

Hal ini memberikan sinyal pada tubuh untuk mulai bersantai dan memperlambat aktivitas metabolik.

4. Bersihkan Ruangan dari Barang Berantakan

Ruangan yang bersih memberikan sinyal kepada otak bahwa inilah saatnya untuk beristirahat. Sebaliknya, rak yang terbuka atau barang yang berserakan secara halus dapat membuat sistem saraf tetap terjaga dan sulit mencapai relaksasi.

5. Jadikan Kamar Hanya untuk Tidur

Hensen menyarankan agar kita tidak bekerja atau menonton televisi di atas kasur. Memisahkan aktivitas tidur dari aktivitas lain sangat penting untuk melatih otak.

“Jika kita bekerja di tempat tidur, otak mulai menghubungkan ruang tersebut dengan aktivitas, bukan istirahat,” kata Hensen.

Jika terpaksa harus bekerja di kamar, simpanlah peralatan kerja di wadah tertutup saat akan tidur agar tidak terlihat dari kasur.

Hal-hal yang Harus Dihindari

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, pastikan Anda menghindari poin-poin berikut dalam penataan dan penggunaan kamar tidur:

  • Barang yang berantakan: Pastikan ruang tetap bersih dari kekacauan fisik maupun visual.
  • Kebisingan dan cahaya berlebih: Kurangi penggunaan alat elektronik yang memancarkan cahaya dan suara sebelum tidur.
  • Warna yang terlalu mencolok: Hensen menyarankan penggunaan warna-warna tenang dan kalem dibandingkan warna terang yang kontras untuk dinding dan dekorasi.
  • Suhu panas: Pastikan ventilasi udara baik agar suhu kamar tetap sejuk dan nyaman.
  • Hanya menggunakan material sintetis: Shuman menyarankan penambahan elemen organik seperti tanaman atau seprai berbahan katun alami untuk menambah kenyamanan dan kualitas udara.