— Tumpukan pekerjaan rumah tangga kerap menjadi momok di tengah hiruk pikuk kesibukan sehari-hari. Mulai dari memasak, berbelanja kebutuhan pokok, membersihkan rumah, hingga urusan mencuci pakaian, daftar tugas seolah tak ada habisnya.

Namun, di antara berbagai kewajiban tersebut, mencuci perlengkapan tidur sering kali menempati posisi teratas sebagai pekerjaan yang paling enggan dilakukan. Prosesnya yang dianggap panjang, mulai dari melepas seprai, mencuci, mengeringkan, hingga kembali memasangnya atau melipatnya rapi, seringkali menjadi alasan.

Apalagi jika melibatkan duvet atau selimut tebal yang memerlukan tenaga ekstra. Kondisi ini lantas memunculkan pertanyaan: apakah selama ini kita sudah cukup sering mengganti seprai? Atau, justru kita terlalu sering mencucinya?

Para pakar memberikan penjelasan mengenai frekuensi ideal mengganti dan mencuci seprai demi menjaga kebersihan dan kesehatan.

Durasi Ideal Mengganti Seprai

Mayoritas ahli sepakat bahwa seprai sebaiknya diganti dengan yang bersih setidaknya seminggu sekali. Durasi maksimal yang masih dianggap wajar adalah setiap dua minggu sekali.

Atau paling lama, setiap dua minggu sekali.

— Pete He, PhD, salah satu pendiri dan ilmuwan utama di Dirty Labs

Jadi, jika jadwal mencuci bergeser dari hari Senin ke hari Rabu, hal itu masih dalam batas yang dapat diterima. Namun, terdapat beberapa kondisi tertentu yang mengharuskan frekuensi pencucian seprai dilakukan lebih sering dari seminggu sekali.

Jika kamu berkeringat deras di malam hari, tidur bersama hewan peliharaan, memiliki alergi, atau kulit sensitif, pertimbangkan untuk menggantinya lebih rutin lagi.

— Pete He

Risiko Kesehatan di Balik Seprai Kotor

Michael Rubino, seorang pakar kualitas udara sekaligus pendiri HomeCleanse, mengingatkan bahwa membiarkan seprai kotor terlalu lama dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan. Ia menjelaskan bahwa perlengkapan tidur yang jarang diganti berpotensi menjadi tempat penumpukan materi organik.

Terjadi penumpukan sel kulit mati, bakteri, spora jamur, tungau debu beserta kotorannya, dan berbagai materi lain pada permukaan serta serat kain.

— Michael Rubino

Senada dengan Rubino, Saul Moreno dari perusahaan perlengkapan tidur Downright, menegaskan bahwa menjaga kebersihan tempat tidur bukan sekadar masalah kebersihan visual semata. Lebih dari itu, kebersihan tempat tidur adalah bagian integral dari kesehatan menyeluruh (wellness), khususnya bagi individu dengan kulit sensitif.

Sarung Bantal Harus Lebih Sering Diganti

Berbeda dengan seprai, sarung bantal memerlukan perhatian lebih khusus. Rubino menyarankan agar sarung bantal diganti lebih sering dibandingkan bagian tempat tidur lainnya.

Sarung bantal harus lebih sering diganti karena ia bersentuhan langsung dengan kulit wajah, rambut, dan sistem pernapasan kita setiap malam.

— Michael Rubino

Mengganti sarung bantal setiap beberapa hari adalah langkah ideal, terutama saat musim alergi tiba. Sementara itu, untuk penggunaan duvet atau selimut tebal, frekuensi pencucian dapat disiasati dengan selalu menggunakan seprai atas (top sheet) sebagai lapisan pembatas. Jika selimut tidak bersentuhan langsung dengan kulit, maka tidak perlu mencucinya sesering seprai utama.

Tips Mencuci Seprai yang Benar

Agar seprai tetap awet dan nyaman digunakan, cara mencucinya juga perlu diperhatikan dengan saksama. Jika mesin cuci tidak dilengkapi mode khusus perlengkapan tidur (bedding cycle), disarankan untuk menggunakan air dingin atau hangat.

Gunakan air dingin atau hangat untuk mencegah penyusutan dan menjaga kualitas kain.

— Parima Ijaz, pendiri merek perlengkapan tidur Pure Parima

Ijaz juga menyarankan untuk menghindari penggunaan deterjen berbahan kimia keras atau pewangi yang terlalu tajam. Sebaiknya, gunakan produk yang lembut dan bebas pewangi untuk menjaga kelembutan kain sekaligus mencegah iritasi kulit.

Terakhir, Saul Moreno mengingatkan pentingnya mencuci seprai secara terpisah dari pakaian lain.

Cucilah seprai sendirian, jangan dicampur dengan handuk, pakaian, atau benda yang memiliki ritsleting untuk menghindari gesekan yang bisa merusak kain.

— Saul Moreno