PPGKEMENAG.ID — Aparat gabungan TNI dan Polri berhasil memukul mundur massa yang melancarkan aksi anarkis di depan pintu utama Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5/2026). Kericuhan ini dipicu oleh kekecewaan suporter Persipura Jayapura menyusul kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa FC Banten dalam laga Play-off Liga 2 Championship.
Hasil pertandingan tersebut secara otomatis menggagalkan langkah tim berjuluk Mutiara Hitam untuk promosi ke kasta tertinggi. Sebaliknya, Adhyaksa FC sukses mengamankan satu tiket terakhir menuju Liga Super League musim 2026-2027.
Ratusan suporter dilaporkan menerobos masuk ke dalam lapangan sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Massa terlihat melakukan pelemparan terhadap wasit, perangkat pertandingan, serta para pemain dan ofisial tim tamu.
Kerusakan Fasilitas dan Pembakaran Kendaraan
Aksi anarkis tidak berhenti di dalam stadion, namun berlanjut ke luar area lapangan. Massa dilaporkan merusak sejumlah fasilitas stadion dan membakar ban di depan pintu utama. Pembakaran ban ini dilakukan untuk memblokade akses keluar bagi para pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan.
Selain itu, setidaknya tiga unit mobil yang terparkir di jalan masuk pintu utama turut menjadi sasaran pembakaran massa. Beberapa kendaraan milik kepolisian dan pejabat setempat juga dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat lemparan batu dan tindakan perusakan paksa.
Untuk membubarkan massa yang semakin beringas, personel Brimob Polda Papua bersama Polres Jayapura, yang dibantu unsur TNI, akhirnya melepaskan tembakan gas air mata. Tindakan ini diambil guna mencegah kericuhan meluas dan sekaligus membuka kembali akses jalan bagi para penonton yang sempat terjebak di dalam stadion.
Evakuasi Pemain dan Pengamanan Ketat
Sekitar pukul 22.00 WIT, situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe berangsur-angsur terkendali. Seluruh pemain dari kedua kesebelasan, baik Persipura Jayapura maupun Adhyaksa FC, berhasil dievakuasi keluar dari stadion menuju penginapan masing-masing di bawah pengawalan ketat aparat.
Hingga berita ini ditulis, personel kepolisian bersenjata lengkap masih disiagakan di sepanjang jalan sekitar Stadion Lukas Enembe. Penempatan aparat ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi susulan dari massa.
Meski jalannya pertandingan berlangsung sangat ketat dan menjadi penentu, hingga kini pihak manajemen maupun pelatih dari kedua tim belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang mencoreng laga penting tersebut.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
