— Amuk massa pascapertandingan playoff antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (9/5/2026) dini hari, menyisakan kerusakan material yang sangat parah. Sedikitnya 20 mobil dan 7 sepeda motor dilaporkan ludes terbakar, sementara fasilitas stadion juga tak luput dari amukan massa.

Pantauan di lokasi kejadian pada Sabtu (9/5/2026) pagi menunjukkan, pemandangan pilu menyelimuti area sekitar Stadion Lukas Enembe. Sebanyak 20 mobil dan 7 sepeda motor tampak hangus, hanya menyisakan rangka-rangka besi yang menghitam tergeletak tanpa garis polisi. Kerusakan juga meluas ke fasilitas stadion, seperti pagar pembatas dan pos jaga. Di beberapa titik, ditemukan pula selongsongan peluru, mengindikasikan upaya pembubaran massa oleh aparat keamanan yang berlangsung pada malam sebelumnya.

Polisi Lakukan Pendataan Kerugian

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi insiden pembakaran dan perusakan fasilitas tersebut. Menurutnya, kepolisian saat ini masih terus melakukan pendataan menyeluruh mengenai total kerugian material dan potensi adanya korban luka.

“Aparat kepolisian masih melakukan pendataan terkait kerugian material maupun kemungkinan adanya korban luka. Fasilitas umum, kios milik masyarakat, serta kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mengalami kerusakan dan pembakaran,” ujar Cahyo pada Sabtu (9/5/2026).

Penyelidikan Terhadap Provokator

Polda Papua menegaskan tidak akan menoleransi insiden yang mencoreng nama baik dunia olahraga ini. Cahyo menduga kuat adanya oknum yang sengaja memanfaatkan situasi untuk memicu kerusuhan.

“Kondisi keramaian di lokasi pertandingan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan provokasi sehingga memicu tindakan perusakan dan pembakaran. Ini akan kami usut tuntas agar diproses secara hukum,” tegas Cahyo.

Meski sisa-sisa kerusuhan masih terlihat jelas, situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe dilaporkan sudah mulai terkendali. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu ketegangan susulan di wilayah Jayapura.