— Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sumatera Selatan berhasil mengidentifikasi 17 jenazah korban kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, menjelaskan bahwa dari 16 kantong jenazah yang diterima dan diperiksa, ditemukan satu jenazah tambahan yang merupakan anak usia di bawah lima tahun. Penemuan ini membuat total jenazah yang teridentifikasi menjadi 17.

“Dari 16 kantong jenazah, didapatkan 17 body part atau 17 jenazah dengan keterangan di antaranya teridentifikasi 13 jenazah laki-laki dewasa, 3 jenazah perempuan dewasa, dan satu anak-anak yang belum dapat kita tentukan jenis kelaminnya,” kata Budi dalam konferensi pers, Jumat (8/5/2026).

Budi merinci, potongan tubuh anak tersebut ditemukan menempel di bawah ketiak jenazah lain berjenis kelamin perempuan dalam satu kantong jenazah yang dikirim. Potongan tubuh itu lengket akibat terbakar di dalam bus nahas tersebut.

“Total untuk saat ini ada 17 jenazah yang kami periksa dari yang sebelumnya 16 jenazah,” tegasnya.

Selain itu, tim DVI juga menghadapi kendala dalam mengidentifikasi salah satu korban terkait perhiasan. Informasi ante-mortem menyebutkan adanya dua penumpang laki-laki yang memakai kalung. Namun, dalam pemeriksaan post-mortem, ditemukan jenazah yang memakai kalung adalah perempuan.

“Dari foto korban laki-laki berdasar ante-mortem ada yang memakai kalung yang identik. Namun dari foto yang memakai kalung adalah perempuan. Kami tim DVI belum dapat memastikan jenazah tersebut,” ujar Budi.

Untuk memastikan identitas para korban, sebanyak 16 sampel telah dikirimkan ke laboratorium Mabes Polri melalui jalur udara. Hasil identifikasi DNA ini diperkirakan akan keluar dalam dua pekan ke depan.

“Rencananya besok akan kita kirimkan satu sampel yang satu kantong ada dua body part besok pagi,” jelas Budi.

Kecelakaan bus ALS yang nahas ini terjadi di Muratara pada Rabu (6/5/2026), memicu upaya identifikasi intensif oleh tim DVI Polda Sumatera Selatan.