— Angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) kembali mengeluarkan peringatan keras kepada kapal-kapal internasional untuk menjauhi kapal perang Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Peringatan ini disampaikan setelah insiden saling serang yang terjadi pada Kamis (7/5/2026) malam, di mana IRGC menyatakan perlunya “memberi pelajaran” kepada pihak AS.

Dalam rekaman audio yang dibagikan kepada CNN pada Jumat (8/5/2026), sebuah suara di Saluran VHF 16, frekuensi radio komunikasi darurat internasional, menegaskan ancaman tersebut.

“Kami menyarankan Anda untuk menjaga jarak setidaknya 10 mil dari kapal perang (AS) demi keselamatan Anda,” demikian bunyi suara tersebut.

“Karena terkadang kami perlu memberi pelajaran kepada Yankee dengan rudal dan drone,” lanjut pernyataan itu.

Sumber dari industri maritim mengungkapkan kepada CNN bahwa pada hari Kamis, Iran telah meminta semua kapal di bagian utara Selat Hormuz untuk bergerak mendekat ke Dubai. Permintaan ini dipatuhi oleh seluruh kapal, terutama mengingat adanya insiden tembakan di jalur perairan tersebut pada hari yang sama.

Sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari, Teheran telah mengancam akan menyerang kapal apa pun yang melintasi Selat Hormuz tanpa izin dari angkatan laut IRGC.

Saling Serang AS dan Iran Kembali Pecah

Pasukan AS dan Iran kembali terlibat bentrokan di kawasan Teluk, sebuah perkembangan yang berisiko merusak gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan. Eskalasi ketegangan ini terjadi di tengah proses negosiasi diplomatik yang diharapkan dapat mencari solusi untuk krisis yang berlarut-larut.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (7/5/2026) mengonfirmasi bahwa tiga kapal perusak Angkatan Laut AS diserang saat melintasi Selat Hormuz.

“Tiga kapal perusak kelas dunia Amerika baru saja berhasil melewati Selat Hormuz, di bawah tembakan musuh,” tulis Trump di Truth Social, dikutip dari Reuters pada Jumat (8/5/2026).

“Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal tersebut, tetapi kerusakan besar dialami oleh pihak Iran,” lanjutnya.

Sebagai respons, militer AS segera membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) merinci bahwa fasilitas yang diserang merupakan lokasi peluncuran rudal, drone, dan kapal kecil yang diduga digunakan untuk menyerang kapal AS.

“Pasukan AS mencegat serangan Iran dan merespons dengan serangan untuk membela diri ketika kapal perusak rudal kendali Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada 7 Mei,” demikian pernyataan CENTCOM.