— Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memilih tidak membantah pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Sebelumnya, Cak Imin menyebut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf gagal memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Menurut Gus Ipul, kritik dari Cak Imin perlu diapresiasi sebagai bagian dari hak warga NU untuk menyampaikan pendapat. “Sebagai warga NU boleh saya kira Cak Imin memberikan kritik, memberikan pendapat dan itu harus diapresiasi,” ujar Gus Ipul dalam acara Gaspol, Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan bahwa pihak yang ingin membantah pernyataan tersebut dipersilakan. “Ya kalau kemudian perlu dibantah ya silakan bagi yang ingin membantah. Tapi saya enggak ingin membantah,” katanya.

Gus Ipul memandang bahwa setiap orang berhak memberikan kritik terhadap kepemimpinan PBNU saat ini. Kritik dan masukan ini, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi bagi PBNU untuk memperbaiki hal-hal yang kurang dalam kepemimpinan Gus Yahya.

“Memang itu di dalamnya pesan mengandung harapan,” ucap Gus Ipul, menegaskan bahwa masukan tersebut perlu didengar oleh para pimpinan PBNU. Ia berharap semua suara dari berbagai kalangan dijadikan catatan penting menjelang Muktamar ke-35 PBNU.

Pernyataan Cak Imin

Sebelumnya, dalam acara Ikatan Alumni Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) pada 19 April 2026, Cak Imin secara terang-terangan menyatakan bahwa Gus Yahya gagal memimpin PBNU.

Akhir-akhir ini saya sering diskusi juga, diskusi soal NU. Kesimpulannya sama, rezim hari ini sudah enggak boleh diteruskan, enggak boleh diteruskan. Karena apa? Tidak mampu lagi kita menitipkan harapannya, terutama Ketua Umum BPNU yang sekarang menurut saya sudah gagal.

Cak Imin mengaku awalnya enggan berbicara mengenai kegagalan PBNU di bawah kepemimpinan saat ini. Namun, ia merasa terpaksa menyampaikannya karena tidak ada pihak lain yang berani bersuara.

Tapi ya terpaksa, maupun ada alumni banyak, terpaksa saya yang ngomong, mewakili yang tidak mau ngomong semuanya. Betul itu, saya belum dengar yang ngomong kayak begini.

Dengan pernyataannya ini, Cak Imin berharap dapat memicu lebih banyak aktivis Nahdlatul Ulama untuk berani menyuarakan pandangannya.