PPGKEMENAG.ID — Sejumlah warga dan pengendara di Kota Bekasi mengeluhkan kondisi jalan rusak parah yang membentang di depan gapura utama Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya. Kerusakan jalan ini dinilai sangat kontras dengan kemegahan gapura yang sebelumnya sempat viral lantaran dibangun dengan anggaran hampir Rp 1 miliar dari APBD.
Pantauan di lokasi menunjukkan, permukaan jalan berlubang di sejumlah titik dengan kondisi aspal yang mengelupas. Kedalaman lubang diperkirakan mencapai sekitar lima sentimeter, tepat berada di jalur utama yang setiap hari dilintasi masyarakat. Kondisi ini memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan, yang berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun.
Imam (28), seorang warga Mustikajaya, mengungkapkan keheranannya atas fenomena tersebut. Ia menilai, pembangunan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan masyarakat seharusnya lebih diprioritaskan daripada proyek yang bersifat estetika semata.
Ini fenomena yang unik banget ya. Padahal gapuranya dibangun hampir Rp 1 miliar, tapi jalan di depannya malah rusak.
Imam menambahkan bahwa pemerintah seharusnya lebih realistis dalam melihat kebutuhan masyarakat.
Pemerintah harusnya bisa lihat realita yang ada. Jangan cuma bangun gapura yang indah dipandang mata, tapi fungsi keselamatannya enggak ada.
Selain membahayakan pengendara, jalan berlubang tersebut juga disebut kerap memicu kemacetan karena kendaraan harus mengurangi kecepatan saat melintas.
Ini sudah bukan sekadar ganggu lagi, tapi bisa membahayakan. Kadang bikin macet juga.
Imam, yang sering melintasi kawasan tersebut, juga menyebut masih banyak ruas jalan lain di sekitar Dukuh Zamrud yang mengalami kerusakan serupa. Salah satunya berada di area dekat Patung Kodok, di mana warga bahkan harus memasang pot sebagai penanda agar pengendara tidak terjatuh.
Keluhan serupa disampaikan Hendi (34), warga lainnya. Menurutnya, kerusakan jalan di depan gapura utama Dukuh Zamrud sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir.
Sebagai masyarakat kami pengen jalan juga diperbaiki, biar seimbang sama gapura itu. Kendaraan juga lebih aman dan enggak ada kecelakaan.
Hendi menegaskan, perbaikan jalan seharusnya menjadi prioritas utama dibandingkan pembangunan gapura. Ia menilai lokasi jalan rusak tersebut cukup rawan karena berada di area tikungan dan merupakan akses utama warga menuju sejumlah kawasan, termasuk Dukuh Zamrud, Cimuning, hingga Grand Wisata.
Meskipun belum pernah melaporkan langsung kondisi tersebut kepada pemerintah, Hendi berharap jalan segera diperbaiki demi keamanan pengguna jalan.
Harapannya pengen diperbaiki lagi lah, biar lebih aman buat pengendara motor.
Upaya Konfirmasi dan Latar Belakang Proyek
Terkait kondisi jalan rusak ini, upaya telah dilakukan untuk menghubungi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto serta Sub Koordinator Pemeliharaan Jalan DBMSDA Kota Bekasi Ridwan Muarief. Namun, hingga berita ini ditayangkan, keduanya belum memberikan tanggapan.
Sebagai informasi, pembangunan gapura utama Perumahan Dukuh Zamrud sempat menjadi sorotan publik setelah diketahui menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi Tahun 2025 dengan pagu anggaran hampir Rp 1 miliar. Proyek ini bermula dari aspirasi warga setelah kawasan Perumahan Dukuh Zamrud tidak lagi dikelola pengembang dan pengelolaannya dialihkan kepada pemerintah daerah.
Aspirasi pembangunan gapura kemudian disampaikan kepada anggota DPRD Kota Bekasi untuk diperjuangkan melalui mekanisme pemerintah daerah. Sebagai kawasan perumahan yang pengelolaannya telah diserahkan kepada pemerintah daerah, keberadaan gapura dinilai penting sebagai ikon kawasan dan kebanggaan warga.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
