PPGKEMENAG.ID — Kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bernomor polisi BK-7778-DL dan sebuah truk tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, menyisakan duka mendalam. Insiden tragis pada Kamis (7/5/2026) ini mengungkap fakta bahwa armada bus tersebut telah beroperasi selama hampir 25 tahun, dengan rencana peremajaan pada Oktober 2026 mendatang.
Bus Tua dan Kesaksian Kernet
Muhamad Fadli (29), kernet bus yang berhasil selamat dari maut, membeberkan kondisi armada sebelum kecelakaan terjadi. Menurutnya, bus tersebut memang sudah mendekati masa akhir operasionalnya.
“Bus itu habis masa pakainya bulan 10 (Oktober) nanti, rencananya mau peremajaan. Sebelum kejadian, mobil sempat kering air radiator di Lahat,” ujar Fadli, Kamis (7/5/2026).
Fadli menceritakan kronologi singkat sebelum tabrakan. Sopir bus yang menjadi korban tewas mulai mengambil alih kemudi dari Empat Lawang dan sempat melakukan bongkar muat barang di Lubuklinggau sebelum melanjutkan perjalanan.
Evakuasi Dramatis di Tengah Kobaran Api
Saat tabrakan dengan truk tangki bernomor polisi BG-8196-QB terjadi, api langsung menyambar dari bagian depan bus. Kondisi menjadi kacau karena sebagian besar penumpang sedang tidur atau bermain ponsel. Proses evakuasi berjalan sangat sulit.
Pintu bus dilaporkan tidak dapat dibuka dari dalam. Selain itu, akses di dalam bus terhambat oleh tumpukan paket barang yang memenuhi bagian belakang kendaraan, memperparah kepanikan. “Pintu hanya bisa dibuka dari luar. Penumpang selamat lainnya keluar lewat jendela depan yang pecah. Saya bahkan melihat salah satu penumpang perempuan keluar dengan kondisi baju terbakar,” kenang Fadli yang mengaku trauma berat dan berniat berhenti dari pekerjaannya.
Diduga Hindari Lubang, Picu Kecelakaan
Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M Karim, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga kuat terjadi karena bus berupaya menghindari lubang di jalan. “Sesampainya di tempat kejadian, diduga mobil ALS menghindari lubang dan hilang kendali,” ujar Karim.
Bus yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi tersebut kemudian masuk ke jalur berlawanan dan menghantam truk tangki Seleraya. Benturan keras ini memicu ledakan dan kebakaran hebat yang melalap kedua kendaraan.
Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, menambahkan bahwa di dalam bus ditemukan banyak barang bawaan yang mudah terbakar, termasuk tabung gas elpiji, mesin motor, hingga dua unit sepeda motor. Keberadaan barang-barang tersebut disinyalir memperparah kobaran api.
Hingga saat ini, pihak Kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait kemungkinan kelalaian pihak manajemen bus dalam insiden tragis ini.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
