PPGKEMENAG.ID — PT Antar Lintas Sumatera (ALS) menyatakan akan melakukan evaluasi total terkait data manifest penumpang. Langkah ini diambil setelah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti kelengkapan data pascakecelakaan maut bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Dalam insiden tersebut, bus jurusan Pati-Medan itu membawa 14 penumpang saat menabrak truk tangki BBM dan terbakar, namun hanya 5 orang yang tercatat dalam manifest.
Humas PT ALS, Alwi Matondang, mengonfirmasi komitmen perusahaan untuk perbaikan. “Kami akan melakukan evaluasi total, yang jelas soal manifest,” kata Alwi saat diwawancarai di kantornya, Jumat (8/5/2026).
Alwi menjelaskan bahwa selama ini sebagian besar penumpang bus ALS memang naik di tengah perjalanan, bukan dari loket resmi. Kondisi ini menyebabkan data penumpang tidak tercatat secara lengkap. “Penumpang kita ini banyak naik di jalan. Ke depan, data mereka akan kita lengkapi semisal KTP dan nomor kontak,” ujarnya.
Penambahan data diri penumpang tersebut diharapkan dapat mempermudah proses identifikasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Mana tahu terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti ini, biar mempermudah proses identifikasinya,” tambah Alwi.
ALS Evaluasi Kondisi Bus dan Kru
Selain pembenahan manifest penumpang, PT ALS juga berkomitmen memperketat pengawasan terhadap kondisi armada serta kesehatan sopir dan kernet. Evaluasi ini mencakup aspek kesiapan unit dan kualitas sumber daya manusia.
“Soal kesiapan unit dan kualitas SDM juga jadi evaluasi kami. Kalau unit yang kecelakaan itu memang masih layak,” kata Alwi. Ia menambahkan bahwa batas usia bus yang layak beroperasi di ALS adalah 25 tahun, sementara bus yang mengalami kecelakaan baru berusia 24 tahun.
Saat ini, pihak ALS juga masih berupaya mencari keluarga dua penumpang yang tewas dalam kecelakaan tersebut. Pencarian ini bertujuan agar keluarga dapat difasilitasi untuk menjalani tes DNA di Palembang.
Bobby Nasution Soroti Manifest Tak Lengkap
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti data manifest penumpang bus ALS yang dinilai tidak lengkap. Sorotan ini disampaikan Bobby saat berkunjung ke loket ALS di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bobby berdiskusi dengan pihak ALS, keluarga korban, Jasa Raharja, serta Dinas Perhubungan Sumatera Utara terkait penanganan kecelakaan. Direktur ALS, Chandra Lubis, mengungkapkan bahwa pihaknya hanya memiliki lima data penumpang dari total 14 penumpang yang berada di dalam bus. Chandra menjelaskan bahwa sebagian penumpang naik di tengah perjalanan sehingga tidak terdata dari loket resmi.
“Ini lima dari semalam belum terhubungi. Gimana yang tak terdaftar Pak? Kesulitannya, itu yang kalian buat sendiri,” kata Bobby dengan tegas.
“Hal-hal seperti ini yang jadi pembelajaran dan koreksi bagi kita semua,” sambungnya.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumut, Nasjwin Andi Nurdin, turut menekankan pentingnya data manifest dalam penanganan kecelakaan dan proses pemberian santunan kepada keluarga korban.
“Ke depan mungkin, Pak Direktur dapat memerintahkan data itu harus selaras dengan penumpang,” ucap Nasjwin.
“Karena kita tidak tahu apa yang terjadi. Kalau pun ada penumpang yang diambil di tengah jalan, kita dapat meminta data. Itu memang menjadi catatan tersendiri,” tambahnya.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
