— Banjir bandang menerjang Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, merendam sekitar 80.000 rumah warga di enam kecamatan. Musibah ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Enam kecamatan yang paling terdampak meliputi Rawas Ulu, Ulu Rawas, Rupit, Karang Jaya, Karang Dapo, dan Rawas Ilir. Selain merendam permukiman, banjir juga memutus sedikitnya enam jembatan gantung dan menghanyutkan dua rumah warga.

Bupati Muratara, Devi Suhartoni, mengonfirmasi dampak kerusakan tersebut saat dikonfirmasi.

“Jembatan gantung enam putus, dua rumah masyarakat hanyut,” ujar Devi.

Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Muratara telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat penanganan dan evakuasi warga yang terdampak.

Devi menjelaskan, pemerintah daerah berkoordinasi dengan perangkat desa telah menyiapkan dapur umum di setiap desa terdampak banjir. Seluruh upaya penanganan dikoordinasikan oleh kepala desa, camat, dan lurah.

“Kami sudah menyiapkan dapur umum di setiap desa dan semuanya terorganisir oleh kades, camat dan lurah,” kata Devi.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Muratara juga membentuk tim contingency dan emergency sejak Kamis (7/5/2026) siang. Tim ini bertugas membantu proses evakuasi warga dan penanganan darurat di lapangan.

Debit Air Terus Meningkat di Belasan Desa

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, Hasbi, merinci bahwa banjir telah merendam sedikitnya 13 desa di Kecamatan Karang Jaya dan Rupit.

Di Kecamatan Karang Jaya, desa-desa yang terdampak adalah Desa Tanjung Agung, Terusan, Suka Menang, Embacang Ilir, Embacang Lama, dan Embacang Baru. Sementara di Kecamatan Rupit, meliputi Desa Tanjung Beringin, Noman Baru, Noman Lama, Batu Gajah Baru, Batu Gajah Lama, Maur Baru, dan Maur Lama.

Hasbi menambahkan, debit air di sejumlah wilayah terus meningkat. Ketinggian air dilaporkan mencapai setinggi dada orang dewasa, bahkan di beberapa titik ekstrem bisa mencapai dua meter.

“Masih ada 10 desa yang debit airnya terus naik hingga mencapai setinggi dada orang dewasa dan bahkan ada yang mencapai dua meter,” jelas Hasbi.

Empat Rumah Hanyut dan Jembatan Putus

BPBD Muratara juga mencatat kerugian material yang lebih spesifik. Empat rumah dilaporkan hanyut akibat derasnya arus Sungai Rupit. Rinciannya, satu rumah di Desa Suka Menang dan tiga rumah di Desa Terusan, keduanya di Kecamatan Karang Jaya.

Selain itu, satu jembatan di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, turut putus diterjang banjir bandang.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Muratara saat ini masih disiagakan di lokasi. Mereka bertugas membantu evakuasi warga apabila debit air kembali meningkat.

“Saat ini tim TRC BPBD Muratara masih disiagakan di lokasi untuk membantu evakuasi warga apabila debit air kembali meningkat,” pungkas Hasbi.