PPGKEMENAG.ID — Presiden Prabowo Subianto menyerukan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk menjaga kedaulatan wilayah perairan dan jalur perdagangan strategis di kawasan. Hal ini disampaikan Prabowo guna mencegah gangguan terhadap aktivitas ekonomi regional.
Menurut Prabowo, ketahanan energi saja tidak cukup. Negara-negara ASEAN juga perlu memiliki ketahanan dalam menjaga dan melindungi jalur distribusi serta perdagangan yang menjadi urat nadi kehidupan kawasan Asia Tenggara.
“Kita harus menyadari bahwa kawasan kita memiliki jalur perdagangan strategis yang melintasi wilayah perairan kita, dan kita harus berhati-hati agar tidak terjadi gangguan di kawasan kita sendiri,” kata Prabowo dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Pernyataan ini dikutip dari laporan Antara.
Kepala Negara menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pada jalur perdagangan dan distribusi energi global. Terutama, ancaman yang berpotensi melintasi kawasan Asia Tenggara.
Prabowo menilai tantangan yang dihadapi kawasan saat ini tidak dapat ditangani secara individual oleh masing-masing negara. Sebaliknya, tantangan tersebut harus dihadapi secara kolektif oleh seluruh anggota ASEAN.
“Ini bukan tantangan yang dapat ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus memperkuat solidaritas dan kerja sama regional. Tujuannya agar kawasan ini tetap aman, stabil, dan mampu memprioritaskan perlindungan bagi warga negaranya.
“Dalam melindungi warga negara kita, ASEAN harus berbicara dalam satu suara. Kita harus meminta semua pihak untuk menjunjung hukum internasional dan mendorong akuntabilitas terhadap setiap pelanggaran. Ini adalah momentum bagi ASEAN untuk menunjukkan pengaruhnya. Kita harus memiliki suara politik kolektif yang kuat,” pungkas Prabowo.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
