— Anggota IV Badan Pengawas Keuangan (BPK), Haerul Saleh, meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang melanda rumahnya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/5/2026) pagi. Tiga kerabat Haerul yang sempat bersamanya di lantai empat rumah tersebut berhasil selamat dari kobaran api.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi sementara, tiga kerabat tersebut memang bersama Haerul di lantai atas saat api berkobar. “Kalau di atas, keterangan sementara saksi, dengan beliau (Haerul) bertiga. Tapi kan ada yang di bawah (penjaga rumah di lantai satu rumah),” ujar Putu saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat.

Putu menegaskan bahwa kebakaran hanya terjadi di lantai empat rumah, yang salah satu ruangannya diketahui merupakan ruang kerja Haerul. Pihak kepolisian masih mendalami bagaimana ketiga kerabat Haerul bisa menyelamatkan diri dari insiden tersebut.

“Olah TKP sedang berlangsung. Dari situ persesuaian keterangan saksi dan alat bukti, barang bukti yang ada di atas, nanti itu bisa menjelaskan semuanya,” tambahnya.

Sementara itu, Harpen (36), penjaga rumah Haerul, menuturkan bahwa ia melihat ketiga kerabat tersebut turun dari lantai empat sambil berteriak saat api mulai membesar. Awalnya, mereka menduga Haerul juga ikut bersama mereka. Namun, setibanya di lantai dasar, Haerul tidak ditemukan di antara mereka.

“Kami naik lah ke atas. Nah, kami mau madamin api itu pakai APAR yang kecil, itu terbatas. Ada sih ada tadi (APAR), tapi enggak cukup,” ungkap Harpen saat diwawancarai terpisah.

Harpen mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah Haerul bersama ketiga kerabatnya saat kebakaran terjadi, demikian pula dengan penyebab pasti kebakaran tersebut. Api akhirnya berhasil dilokalisir oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 08.46 WIB.

Setelah api padam, Haerul ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.