— Dua warga negara asing (WNA) asal Singapura dilaporkan tewas dalam peristiwa erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026). Kabag Humas Basarnas Ternate, Iksan M Nur, membenarkan laporan kematian ini pada pagi hari.

“Iya itu sesuatu laporan data yang Basarnas dapat. Namun, kepastian A1-nya nanti tim sudah tiba di lokasi dan memastikan langsung,” ujar Iksan.

Total 20 orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden ini. Sebanyak 15 pendaki telah berhasil dievakuasi oleh petugas ke tempat aman. Namun, lima orang lainnya masih dalam penanganan serius, termasuk dua WNA Singapura yang meninggal dunia, teridentifikasi atas nama Timo dan Sahnas.

Selain korban meninggal, satu orang pendaki dilaporkan masih hilang hingga saat ini. Sementara itu, dua pendaki lainnya memilih bertahan di area puncak gunung untuk membantu mencari rekan mereka yang hilang.

Evakuasi dan Sinyal Darurat

Sinyal SOS Terdeteksi

Basarnas Command Center (BBC) berhasil menangkap sinyal darurat atau SOS dari sebuah perangkat GPS Garmin. Titik koordinat sinyal tersebut terdeteksi di posisi 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E.

“Laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya,” jelas Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani.

Kepala Desa Mamuya juga melaporkan bahwa banyak pendaki mengalami luka-luka akibat terdampak erupsi. Mereka terkena material vulkanik dan hawa panas yang tiba-tiba muncul dari aktivitas gunung.

Melihat situasi darurat ini, pihak desa secara resmi meminta bantuan evakuasi kepada Basarnas. Merespons permintaan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tobelo segera bergerak pukul 09.56 WIT, bersama potensi SAR lainnya menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono.

Hingga kini, tim gabungan masih berjuang di lokasi kejadian perkara (LKP). Fokus utama mereka adalah mengevakuasi korban yang masih tertinggal dan mencari satu orang yang belum ditemukan.

Tujuh WNA Terluka Akibat Material Vulkanik

Di sisi lain, tujuh WNA dan sejumlah warga berhasil selamat setelah berjuang turun dari puncak Gunung Dukono. Mereka menghadapi kolom abu setinggi 10.000 meter dan hujan material batu saat erupsi terjadi.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menuturkan bahwa total ada 20 orang di atas gunung saat peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, tujuh WNA dilaporkan telah berhasil mencapai lokasi aman di bawah.

Beberapa dari mereka kini mendapatkan perawatan medis di Pos Pengamatan akibat luka-luka yang disebabkan material vulkanik saat mencoba menyelamatkan diri.