— Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman meninjau Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis (7/5/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pelayanan jemaah haji, mulai dari proses kedatangan hingga rencana pemberangkatan.

Di hadapan para jemaah, Dudung menyampaikan pesan dan doa khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap seluruh jemaah diberikan kekuatan dan kesehatan selama menunaikan ibadah haji.

“Saya selaku Kepala Staf Kepresidenan tentunya mewakili Bapak Presiden mendoakan semoga para jemaah haji diberikan kekuatan dan kesehatan dalam melaksanakan ibadah haji, bisa berjalan dengan lancar, aman, sehat, dan insya Allah kembali ke tanah air dengan selamat,” ucap Dudung.

Selain menyampaikan pesan dari Presiden, Dudung juga mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan dan fokus pada kekhusyukan ibadah haji. Ia menyoroti maraknya kasus jemaah meninggal dunia akibat kelelahan ekstrem, yang seringkali disebabkan oleh badal umrah berulang untuk kerabat, serta terlalu banyak berwisata atau berbelanja.

“Jangan terlalu banyak dititipi saudara-saudara, dititipkan umroh dan sebagainya yang akhirnya nanti kita tidak khusyuk dengan diri sendiri,” pesan Dudung kepada jemaah.

Dudung turut mengingatkan jemaah untuk menjaga kartu nusuk dengan baik agar tidak hilang selama pelaksanaan ibadah haji. Pemerintah menargetkan penurunan angka kematian jemaah tahun ini, melalui perbaikan sistem dan kedisiplinan jemaah dalam menjaga kesehatan. Proses pemberangkatan jemaah haji sendiri terus dilakukan secara bertahap.

Peningkatan Tata Kelola Haji

Berdasarkan pengalamannya sebagai Amirul Hajj pada tahun 2024, Dudung menyoroti berbagai kemajuan pesat dalam tata kelola haji tahun ini. Salah satu perbaikan signifikan adalah pembagian kartu nusuk dan pengaturan kloter yang kini diselesaikan di Tanah Air, bukan lagi di Tanah Suci. Kebijakan ini dinilai efektif mencegah permasalahan di masa lalu, seperti jemaah yang terpisah hotel dengan anggota keluarganya.

Kantor Staf Presiden (KSP) juga memberikan apresiasi atas hadirnya kementerian yang secara khusus mengurus haji. Keberadaan kementerian ini berdampak positif pada beberapa aspek, di antaranya:

  • Penghapusan praktik haji menggunakan visa wisata.
  • Tidak adanya jemaah haji reguler yang terlantar.
  • Penyederhanaan birokrasi syarikah dari delapan menjadi hanya dua pihak.

Dalam tinjauannya, Dudung memastikan bahwa kualitas fasilitas dan pelayanan haji tahun ini, termasuk akomodasi, kesehatan, dan konsumsi, telah berjalan dengan sangat maksimal.

“Nah saat ini saya lihat dari mulai proses nusuk sudah diserahkan di sini, kemudian pelayanan di sini juga saya lihat maksimal, baik kesehatan maupun tempat tidurnya, asramanya ini sudah sangat baik,” ujarnya.