— Pemerintah Arab Saudi mulai melakukan penyesuaian signifikan menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah atau musim haji 2026. Salah satu langkah yang diambil adalah mengalihkan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kota Suci Makkah ke sistem daring atau jarak jauh.

Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung kelancaran mobilitas jutaan jemaah haji serta mengantisipasi peningkatan kepadatan lalu lintas dan aktivitas di kota tersebut.

Direktorat Jenderal Pendidikan wilayah Makkah mengumumkan bahwa sekolah-sekolah terpilih akan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka. Sebagai gantinya, proses belajar akan dilakukan secara digital melalui platform pendidikan Madrasati.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bagaimana sistem pendidikan di Arab Saudi berupaya tetap berjalan di tengah penyelenggaraan salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia.

Sekolah di Sekitar Masjidil Haram Jadi Prioritas

Otoritas pendidikan Makkah menjelaskan bahwa kebijakan pembelajaran daring akan diberlakukan mulai pekan depan, khususnya pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Sekolah-sekolah yang terdampak dipilih berdasarkan lokasi geografis dan kebutuhan operasional selama musim haji.

Beberapa di antaranya meliputi sekolah yang berada di sekitar Masjidil Haram, termasuk area pusat kota yang dipadati jemaah dari berbagai negara. Selain itu, sekolah yang berada di jalur utama seperti Jalan Lingkar Kedua dan Jalan Lingkar Ketiga Makkah juga masuk dalam daftar penerapan pembelajaran jarak jauh.

Tak hanya sekolah umum, beberapa gedung pendidikan yang dialihfungsikan menjadi pusat koordinasi layanan haji pemerintah juga ikut menerapkan sistem daring sementara.

Pembelajaran Tetap Berjalan Lewat Platform Digital

Meski kegiatan belajar tatap muka dihentikan sementara, pemerintah memastikan proses pendidikan tetap berlangsung normal melalui platform digital. Pihak Direktorat Pendidikan Makkah menginstruksikan sekolah dan tenaga pengajar untuk memaksimalkan penggunaan platform Madrasati serta berbagai sistem pembelajaran elektronik lainnya agar siswa tetap dapat mengikuti pelajaran sesuai jadwal.

Platform Madrasati sendiri merupakan sistem pembelajaran digital nasional yang dikembangkan pemerintah Arab Saudi sejak masa pandemi Covid-19. Platform ini memungkinkan siswa mengikuti kelas virtual, mengakses materi pelajaran, hingga berinteraksi langsung dengan guru secara daring.

Dalam buku Educational Technology and Digital Learning in the Middle East karya Aisha Al-Furaih dijelaskan bahwa transformasi pendidikan digital di Arab Saudi berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi mempercepat adaptasi teknologi di sektor pendidikan. Oleh karena itu, penerapan pembelajaran daring selama musim haji dinilai bukan hal yang sulit bagi sebagian besar sekolah di Makkah.

Upaya Mengurangi Kepadatan Saat Musim Haji

Kebijakan pembelajaran jarak jauh bukan semata soal pendidikan, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah Arab Saudi dalam mengelola pergerakan jutaan jemaah haji. Setiap tahun, Kota Makkah mengalami lonjakan mobilitas yang sangat tinggi menjelang puncak ibadah haji.

Jalan-jalan utama dipenuhi kendaraan jemaah, bus layanan, kendaraan logistik, hingga armada petugas keamanan dan kesehatan. Dengan mengurangi aktivitas sekolah tatap muka, pemerintah berharap kepadatan kendaraan di area pusat kota dapat ditekan sehingga pergerakan jemaah menjadi lebih lancar.

Dalam buku Hajj and the Global Muslim World karya Barbara D. Metcalf dijelaskan bahwa pengelolaan kerumunan saat haji menjadi tantangan besar bagi pemerintah Arab Saudi karena melibatkan jutaan orang dalam ruang dan waktu yang relatif terbatas. Oleh karena itu, berbagai kebijakan pendukung seperti pengaturan lalu lintas, pembatasan kendaraan, hingga penyesuaian aktivitas publik sering dilakukan menjelang hari-hari utama haji.

Koordinasi Besar Antarinstansi

Dinas Pendidikan Makkah menyebut keputusan ini telah melalui koordinasi intensif dengan berbagai lembaga terkait, termasuk aparat keamanan dan otoritas transportasi. Tujuannya agar seluruh sistem layanan selama musim haji berjalan lebih efektif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.

Pemerintah juga meminta pihak sekolah untuk melakukan pemantauan ketat terhadap proses belajar daring agar siswa tetap aktif mengikuti pembelajaran selama kebijakan berlangsung. Selain mendukung kelancaran ibadah jemaah, langkah ini juga dinilai mencerminkan fleksibilitas sistem pendidikan Arab Saudi dalam menghadapi kebutuhan nasional berskala besar.

Musim Haji dan Dinamika Kota Makkah

Menjelang puncak haji, suasana Kota Makkah biasanya berubah drastis. Ribuan bus jemaah mulai memadati kawasan sekitar Masjidil Haram, hotel-hotel penuh, dan jalur transportasi utama dijaga ketat selama 24 jam. Di saat yang sama, berbagai layanan publik juga melakukan penyesuaian operasional agar aktivitas jemaah tetap nyaman dan aman.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya F. E. Peters disebutkan bahwa haji bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga fenomena sosial dan logistik terbesar di dunia Islam yang membutuhkan koordinasi lintas sektor secara kompleks. Dengan demikian, kebijakan pendidikan daring di Makkah menjadi bagian kecil dari rangkaian besar persiapan pemerintah Arab Saudi menghadapi puncak musim haji.

Pendidikan Tetap Berjalan di Tengah Musim Haji

Meski fokus utama tertuju pada pelayanan jemaah haji, pemerintah Arab Saudi tetap berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan para siswa. Kebijakan pembelajaran daring ini memperlihatkan bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menyeimbangkan kebutuhan ibadah, pelayanan publik, dan pendidikan secara bersamaan.

Dengan sistem digital yang sudah berkembang, para siswa di Makkah tetap dapat belajar dari rumah tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas dan aktivitas kota yang meningkat tajam selama musim haji berlangsung.