— Impian Persipura Jayapura untuk kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia harus tertunda. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu harus mengakui keunggulan Adhyaksa FC Banten dengan skor tipis 0-1 dalam laga penentuan tiket promosi terakhir ke Super League 2026-2027 yang digelar di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5/2026).

Pertandingan krusial ini dipimpin oleh wasit asing asal Uzbekistan, Asker Tatjlaey, dan disaksikan langsung oleh puluhan ribu suporter Persipura yang memadati Stadion Lukas Enembe. Kick off babak pertama dimulai tepat pukul 17.00 WIT.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persipura langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit kedua, umpan silang Reno Salampessy nyaris berbuah gol, namun sigap ditangkap kiper Adhyaksa FC.

Serangan Mutiara Hitam terus berlanjut. Menit ke-12, tendangan Kelly Sroyer berhasil dihalau oleh kiper Adhyaksa FC, Jefri Wibowo. Bahkan, kapten tim Gunansar Mandowen juga memiliki dua peluang emas pada menit ke-17 dan ke-22, namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang.

Tak hanya itu, tendangan keras Kelly Sroyer dari sisi kiri kotak penalti juga berhasil ditepis oleh Jefri Wibowo, menjaga gawang Adhyaksa FC tetap perawan.

Adhyaksa FC bukan tanpa perlawanan. Pada menit keempat, penyerang Adilson Silva sempat mengancam gawang Persipura yang dijaga Adzib Al Hakim, namun tendangannya membentur mistar gawang.

Tim tamu juga beberapa kali melancarkan serangan balik berbahaya melalui Adilson Silva pada menit ke-32 dan ke-35, yang kerap merepotkan barisan pertahanan Persipura yang digalang Alex Dusay, Tinus Pae, dan Bima Sakti.

Adilson Silva Tentukan Hasil Akhir

Petaka bagi Persipura datang di masa injury time babak pertama. Memanfaatkan serangan balik cepat pada menit 45+1, penyerang Adhyaksa FC, Adilson Silva, berhasil membobol gawang Persipura. Skor 0-1 untuk keunggulan Adhyaksa FC bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persipura semakin gencar melancarkan serangan demi mengejar ketertinggalan. Namun, beberapa keputusan wasit Asker Tatjlaey dinilai merugikan tim Mutiara Hitam, memicu protes keras dari para pemain dan jajaran pelatih.

Tak hanya dari lapangan, puluhan ribu penonton yang memadati Stadion Lukas Enembe juga ikut melayangkan protes, sebab mereka menilai keputusan wasit asal Uzbekistan tersebut tidak adil bagi tim kebanggaan mereka.

Laga Sempat Terhenti

Puncak ketegangan terjadi menjelang menit-menit akhir babak kedua, ketika pertandingan sempat dihentikan. Hal ini menyusul aksi penonton yang melemparkan botol air minum ke dalam lapangan sebagai bentuk kekecewaan.

Setelah sempat tertunda beberapa menit, pertandingan akhirnya kembali dilanjutkan dengan tensi tinggi. Persipura terus berupaya mencetak gol, bahkan di tengah perpanjangan waktu delapan menit. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tidak berubah.

Hasil ini memastikan Adhyaksa FC Banten berhasil mengamankan satu tiket terakhir menuju Liga 1, menyusul PSS Sleman dari Grup 2 dan Garudayaksa dari Grup 1. Sementara itu, Persipura Jayapura harus merelakan kesempatan promosi dan akan tetap berkompetisi di Liga 2 Pengadaian Championship.

Hingga laporan ini ditulis, Stadion Lukas Enembe masih dijaga ketat oleh aparat keamanan dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua. Belum ada keterangan pers resmi dari kedua tim, baik Persipura Jayapura maupun Adhyaksa FC Banten, terkait hasil pertandingan krusial ini.