— Anggota Komisi V DPR Saadiah Uluputty mendesak pemerintah untuk memperkuat pemeliharaan jalan nasional di seluruh Indonesia. Desakan ini muncul setelah kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang menewaskan 16 orang, di mana penyelidikan awal mengindikasikan sopir bus berusaha menghindari lubang di jalan.

Manuver tersebut menyebabkan bus masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) dari arah berlawanan. Saadiah menekankan pentingnya evaluasi sistemik dan akuntabilitas yang jelas jika ditemukan kelalaian dalam pemeliharaan jalan nasional.

Jangan sampai setiap tragedi berakhir tanpa evaluasi sistemik. Kalau memang ada kelalaian dalam pemeliharaan jalan nasional, maka harus ada akuntabilitas yang jelas.

Saadiah, dalam keterangannya yang dikutip Jumat (8/5/2026), menyinggung Pasal 273 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal tersebut mengatur sanksi pidana bagi penyelenggara jalan yang lalai memperbaiki jalan rusak hingga menyebabkan korban jiwa.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengutip data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga yang menunjukkan bahwa hanya sekitar 33,45 persen jalan nasional di Sumatera Selatan yang berada dalam kondisi baik. Oleh karena itu, ia meminta penguatan anggaran preservasi jalan agar perbaikan tidak lagi bersifat reaktif setelah terjadi kecelakaan.

Selain itu, Saadiah juga menekankan pentingnya pemasangan rambu jalan rusak dan normalisasi marka jalan secara berkala. “Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya baru bergerak. Keselamatan jalan harus menjadi prioritas utama negara,” tegasnya.

Kecelakaan Bus ALS Tewaskan 16 Orang

Sebelumnya, sebuah bus ALS bertabrakan dengan truk tangki muatan minyak milik PT Serelaya di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Kecelakaan tragis ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Musi Rawas Utara, pada Rabu (6/5/2026) siang.

Tabrakan keras antara bus ALS dan truk tangki tersebut langsung memicu api. Akibat insiden fatal ini, 16 orang dinyatakan meninggal dunia.

Penyebab tabrakan diduga karena bus ALS mencoba menghindari lubang jalan yang tidak rata. Saat menghindari lubang, bus berbelok ke kanan dan langsung menghantam truk tangki minyak yang melaju dari arah sebaliknya. Api yang muncul segera membakar dan menghanguskan seluruh bagian bus dan truk.