— Di tengah deru mesin dan hiruk-pikuk truk kontainer yang melintas dari arah Tol Pelabuhan Tanjung Priok, sebuah ruang pendidikan bernama Strada Kompleks Deli berdiri tegak di Koja, Jakarta Utara. Sekolah ini bukan sekadar institusi akademik, melainkan sebuah wadah yang berupaya menanamkan nilai-nilai karakter, keberagaman, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Lokasinya yang strategis di kawasan pesisir Jakarta Utara menjadikannya unik, berdekatan dengan pusat aktivitas logistik dan industri seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Depo Pertamina, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, hingga kawasan bersejarah makam Mbah Priok. Kondisi ini membentuk konteks sosial yang khas bagi Strada Kompleks Deli.

Dari gedung sekolah berlantai lima, para siswa Sekolah Dasar (SD) Strada Santo Fransiskus Xaverius dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada Fransiskus Xaverius 1 dapat menyaksikan langsung dinamika pelabuhan, distribusi logistik, serta mobilitas kendaraan barang. Pemandangan ini menjadi jendela bagi mereka untuk memahami denyut nadi ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, mengubah teori tentang aktivitas pelabuhan dan infrastruktur menjadi realitas yang dapat diamati.

Lingkungan sekitar sekolah pun dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk menyelami hubungan kompleks antara aktivitas ekonomi, infrastruktur, lingkungan, dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Merawat Keberagaman sebagai Miniatur Indonesia

Berada di kawasan yang strategis dan majemuk, Strada Kompleks Deli dihuni oleh siswa dengan latar belakang yang sangat beragam. Perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan sehari-hari menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sekolah, yang justru dipandang sebagai kekayaan yang harus dijaga bersama, bukan sebagai sekat.

Oleh karena itu, sekolah secara konsisten menanamkan sikap saling menghargai, toleransi, dan kepedulian sosial sejak usia dini. Visi utama sekolah adalah membentuk komunitas pendidikan yang peduli dan berjiwa melayani, yang diimplementasikan melalui lima nilai dasar: pelayanan, kejujuran, disiplin, kepedulian, dan keunggulan.

Nilai-nilai ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Salah satu agenda rutin yang digelar adalah perayaan Hari Kartini setiap April. Dalam acara tersebut, siswa mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, menampilkan tarian tradisional, menyanyikan lagu daerah, hingga memperkenalkan bahasa daerah masing-masing.

Perayaan semakin meriah dengan penampilan barongsai, yang menjadi hiburan sekaligus simbol kuat keberagaman budaya. Kegiatan ini tak hanya menjadi seremonial, tetapi juga sarana pembelajaran efektif untuk mengenalkan kekayaan budaya Nusantara dan memperkuat rasa persatuan di tengah perbedaan.

Menyemai Kreativitas dan Kepemimpinan

Selain kegiatan budaya, Strada Kompleks Deli juga berupaya mengembangkan potensi siswa melalui berbagai organisasi dan ekstrakurikuler. Kegiatan kepramukaan, pembiasaan karakter, kegiatan kerohanian, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), serta ekstrakurikuler seni dan olahraga, menjadi pilar penting dalam pembentukan karakter siswa.

Beberapa ekstrakurikuler yang tersedia meliputi Paskibra, Karya Ilmiah Remaja (KIR), musik, paduan suara, seni tari, bulu tangkis, futsal, drumben, dan melukis. Melalui program-program ini, sekolah mendorong siswa untuk mengasah kemampuan akademik, kreativitas, kerja sama, dan jiwa kepemimpinan.

Di bidang seni, sekolah memberikan ruang luas bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Guru seni budaya bahkan berkolaborasi dengan siswa dalam menciptakan lagu dan memproduksi video klip, yang kemudian diunggah ke kanal YouTube dan media sosial sekolah. Kolaborasi ini menjadi cara efektif untuk membangun rasa percaya diri dan keberanian siswa dalam berkarya.

Seni tari juga memegang peranan penting dalam pendidikan karakter, khususnya di jenjang sekolah dasar. Melalui gerakan tubuh, irama, dan ekspresi, siswa dilatih untuk disiplin, peka terhadap lingkungan sekitar, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Sementara itu, siswa tingkat SMP dibimbing untuk mengembangkan kemampuan organisasi dan kepemimpinan melalui kegiatan OSIS. Mereka belajar menyusun program kerja, berkomunikasi, mengambil keputusan, hingga bekerja sama dalam menjalankan berbagai kegiatan sekolah.

Peningkatan kualitas diri tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga para guru. Sejumlah guru aktif mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), studi magister, pelatihan kurikulum, pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), hingga pelatihan kepramukaan dan lingkungan hidup. Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran juga menjadi perhatian utama sekolah, agar siswa lebih adaptif terhadap perkembangan dunia digital.

Dukungan dari orang tua, alumni, dan masyarakat sekitar turut memperkuat pengembangan pendidikan di Strada Kompleks Deli. Keterlibatan mereka terlihat dalam berbagai kegiatan sekolah yang menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.

Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan

Dalam bidang lingkungan hidup, Strada Kompleks Deli mengadopsi konsep sekolah Adiwiyata, membiasakan siswa peduli terhadap lingkungan sekitar. Mengingat lokasi sekolah yang berada di kawasan pesisir dengan suhu panas dan keterbatasan lahan hijau, sekolah berinovasi dengan mengembangkan taman vertikal di area pagar.

Penghijauan juga dilakukan melalui kegiatan menanam pohon dan tanaman hias di lingkungan sekolah. Selain itu, siswa dibiasakan memilah sampah berdasarkan jenisnya untuk kemudian diolah secara tepat. Sekolah meyakini bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini, guna membentuk kesadaran siswa dalam menjaga bumi dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Semangat ini selaras dengan nilai Laudato Si’ yang menekankan pentingnya menjaga bumi sebagai rumah bersama. Melalui pendidikan karakter, pengembangan kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan, Strada Kompleks Deli berupaya membentuk generasi muda yang cerdas, adaptif, dan berjiwa melayani, sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.