PPGKEMENAG.ID — Terangin, sebuah nama yang merupakan akronim dari terang dan angin, menjadi inovasi turbin angin yang berawal dari ide seorang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Muhammad Hanif. Kini, proyek yang digagas oleh mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2024 ini telah berkembang menjadi sebuah perusahaan yang menjanjikan.
Kisah Hanif dengan turbin angin bermula jauh sebelum ia menjejakkan kaki di bangku kuliah. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada teknologi pembangkit listrik tenaga angin sudah tampak. Ayahnya, yang memiliki latar belakang Teknik Elektro dan bengkel, menjadi guru pertamanya. Hanif muda bahkan telah mampu menciptakan turbin angin sederhana yang dapat mengalirkan listrik untuk lampu 5 Watt di kamar asramanya saat SMA Bina Insan Mandiri Nganjuk, Jawa Timur.
“Dari SD sebenarnya (sudah bisa). Ayah saya yang mengajarkan dan beliau punya bengkel. Lampunya kecil, 5 Watt, buat kasur saya aja. Saya coba eksperimen pakai turbin dan panel surya untuk alat elektronik kecil atau pemanas air,” ungkap Hanif.
Kemampuan Hanif menarik perhatian pihak sekolah. Dengan dukungan dana, ia mengembangkan turbin angin yang lebih besar, dengan tinggi sekitar 6 meter dan diameter baling-baling 2 meter. Turbin tersebut kemudian dipasang di atap laboratorium sekolah.
Sejak 2023, Hanif semakin serius mengembangkan Terangin melalui program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka, yang didukung pula oleh dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Dalam kurun waktu dua tahun, Hanif berhasil mengembangkan 18 turbin angin, lengkap dengan fitur rem otomatis yang berfungsi menghentikan mesin saat angin bertiup terlalu kencang. Ia juga aktif mengikuti berbagai lomba karya tulis ilmiah secara pribadi.
Kolaborasi Lintas Ilmu di ITS
Ketika diterima di ITS melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Hanif tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengembangkan Terangin lebih serius. Ia mengajak rekan-rekan mahasiswa dari Teknik Mesin dan program studi lainnya untuk bergabung dalam timnya. Bersama tim, Hanif aktif mengikuti berbagai kompetisi karya ilmiah, salah satunya berhasil meraih posisi Top 10 dalam PLN ICE Startup Competition 2024.
Hadiah uang dari berbagai lomba yang berhasil diraih kemudian disisihkan untuk pengembangan prototipe. Dana tersebut memungkinkan tim Terangin menciptakan prototipe yang lebih canggih, efisien, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Kebetulan di Nganjuk, kota asal saya tadi, ada potensi energi angin yang kalau dikalikan dengan turbin angin yang kita punya, listriknya cukup besar,” ujar Hanif, yang kini menjabat sebagai CEO Terangin.
Solusi Listrik untuk Petani
Dalam perjalanannya, tim Terangin menemukan sebuah realita mendesak di kalangan petani, khususnya petani bawang merah. Mereka membutuhkan pasokan listrik untuk penerangan ladang di malam hari sebagai bagian dari sistem anti hama. Namun, akses listrik menjadi kendala utama bagi sebagian besar petani tersebut.
Permasalahan ini bukan disebabkan oleh ketiadaan jaringan listrik PLN, melainkan karena status kepemilikan lahan. Petani seringkali menyewa lahan, sehingga sulit bagi mereka untuk memasang tiang listrik dan infrastruktur pendukung lainnya.
“Mereka sebenarnya menyewa, bukan memiliki lahan itu. Jadi mau masang tiang listrik itu ada kendala di situ. Makanya kita hadir di situ untuk memberikan akses listrik. Dan listrik yang digunakan itu besar, bukan lampu kecil, tapi lampu sorot. Cakupannya untuk 1 hektar,” jelas Hanif.
Untuk mengatasi masalah ini, Terangin menghadirkan solusi turbin angin berskala besar dengan tinggi 7 meter dan diameter baling-baling 2 meter. Turbin ini dipadukan dengan panel surya berkapasitas 150 WattPeak.
“Itu nanti disimpan ke baterai untuk menyalakan lampu saat malam hari,” Hanif menerangkan cara kerja sistemnya.
Sistem ini juga dilengkapi dengan rem angin (remin) yang akan aktif secara otomatis jika terjadi badai atau kecepatan angin melampaui 12 meter per detik, memastikan keamanan dan durabilitas perangkat.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
