PPGKEMENAG.ID — Anggota Komisi V DPR, Saadiah Uluputty, mendesak pemerintah untuk segera mengaudit kondisi jalan lintas nasional yang mengalami kerusakan. Desakan ini muncul menyusul kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Musi Rawas Utara yang menewaskan 16 orang, di mana penyelidikan awal mengindikasikan bus menghindari lubang di jalan sebelum insiden tragis tersebut.
Saadiah menyoroti temuan awal bahwa sopir bus ALS berupaya menghindari lubang di jalan, yang menyebabkan bus masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM). Manuver tersebut berujung pada tabrakan fatal.
Jangan sampai setiap tragedi berakhir tanpa evaluasi sistemik. Kalau memang ada kelalaian dalam pemeliharaan jalan nasional, maka harus ada akuntabilitas yang jelas.
Demikian ujar Saadiah dalam keterangannya, dikutip Jumat (8/5/2026). Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan pentingnya pemerintah memperhatikan kondisi infrastruktur serta pengawasan keselamatan jalan guna mencegah terulangnya kecelakaan. Ia menekankan bahwa tanggung jawab keselamatan tidak hanya berada pada pengemudi.
Tragedi ini menunjukkan bahwa keselamatan jalan tidak bisa hanya dilihat dari kesalahan pengemudi. Negara juga harus bertanggung jawab terhadap kondisi infrastruktur jalan dan sistem keselamatan transportasi yang ada.
Saadiah mengutip data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga yang mengungkapkan bahwa hanya sekitar 33,45 persen jalan nasional di Sumatera Selatan yang benar-benar berada dalam kondisi baik. Angka ini, menurutnya, menjadi indikasi kuat perlunya perbaikan menyeluruh.
Maka dari itu, ia meminta penguatan anggaran preservasi jalan agar perbaikan tidak lagi bersifat reaktif setelah insiden terjadi. Selain itu, pemasangan rambu jalan rusak dan normalisasi marka jalan secara berkala juga dinilai krusial.
Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya baru bergerak. Keselamatan jalan harus menjadi prioritas utama negara.
Tegas Saadiah.
Kecelakaan Bus ALS Tewaskan 16 Orang
Sebelumnya, kecelakaan tragis menimpa bus ALS yang bertabrakan dengan truk tangki muatan minyak milik PT Serelaya di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Insiden itu terjadi pada Rabu (6/5/2026) siang di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya.
Tabrakan hebat antara kedua kendaraan tersebut segera memicu api. Akibat insiden fatal ini, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia.
Penyelidikan awal menduga penyebab tabrakan adalah upaya bus ALS untuk menghindari lubang jalan yang tidak rata. Saat menghindari lubang, bus berbelok ke kanan dan langsung menghantam truk tangki minyak yang melaju dari arah berlawanan.
Api yang muncul akibat benturan keras itu dengan cepat membakar dan menghanguskan seluruh bagian bus serta truk.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
