PPGKEMENAG.ID — Aspirasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui jalur sekolah kedinasan tetap tinggi, tercermin dari angka 150 ribu pendaftar tahun lalu. Daya tarik utamanya tak hanya pada jaminan kuliah gratis dan fasilitas asrama, melainkan juga kepastian diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah lulus. Namun, di tengah panjangnya tahapan seleksi yang kerap menyertakan tes fisik ketat, ada dua institusi pendidikan kedinasan yang menawarkan jalur dengan persyaratan tes kebugaran yang lebih minimalis.
Proses seleksi sekolah kedinasan dikenal lebih panjang dan komprehensif dibandingkan penerimaan mahasiswa perguruan tinggi umum. Dimulai dari seleksi administrasi, dilanjutkan dengan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan seringkali diakhiri dengan tes fisik atau kesamaptaan. Tes kesamaptaan umumnya meliputi rangkaian aktivitas seperti pull-up atau chinning, push-up, sit-up, shuttle run, dan beragam jenis latihan lainnya.
Meski demikian, tidak semua sekolah kedinasan menerapkan tahapan tes fisik yang sama beratnya. Beberapa institusi, seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), dan sejumlah sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan, dikenal memiliki tes kebugaran yang cukup menantang.
Penting untuk memahami perbedaan antara tes kesehatan dan tes kebugaran dalam konteksi seleksi ini. Tes kesehatan berfokus pada pemeriksaan riwayat kesehatan calon pendaftar, termasuk tinggi dan berat badan ideal. Sementara itu, tes kebugaran melibatkan aktivitas fisik yang mengukur daya tahan dan kekuatan tubuh, seperti sit-up atau push-up.
Ada delapan kementerian yang tercatat membuka seleksi sekolah kedinasan, dengan proses seleksi terpusat yang dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Bagi calon pendaftar yang ingin menghindari tes fisik yang terlalu intens, dua sekolah kedinasan berikut bisa menjadi pilihan.
Sekolah Kedinasan Tanpa Banyak Tes Fisik
1. Politeknik Statistika (STIS)
Politeknik Statistika (STIS) menjadi salah satu opsi bagi mereka yang mencari sekolah kedinasan dengan tes fisik yang tidak terlalu banyak. Proses seleksi di STIS meliputi beberapa tahapan, dimulai dari pengumuman penerimaan, pendaftaran dan seleksi administrasi, hingga Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Setelah SKD, calon mahasiswa akan menghadapi serangkaian seleksi lanjutan:
- Seleksi Lanjutan I: Ujian Matematika.
- Seleksi Lanjutan II: Psikotes dan Wawancara.
- Seleksi Lanjutan III: Tes Kesehatan dan Kebugaran.
Tes kebugaran di STIS, berdasarkan pengumuman seleksi tahun sebelumnya, hanya terdiri dari harvard steps test, sebuah uji ketahanan kardiovaskular.
Untuk dapat mendaftar di Politeknik STIS, calon peserta harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:
- Sehat jasmani dan rohani (dapat atau layak bekerja dan beraktivitas, baik di dalam ruangan maupun di lapangan), serta bebas narkoba.
- Tidak buta warna (baik total maupun parsial). Toleransi diberikan bagi pengguna kacamata/lensa kontak minus (rabun jauh) dan/atau plus (rabun dekat) di bawah ukuran 6 dioptri.
- Merupakan lulusan atau siswa kelas 12 SMA/MA/SMK/MAK semua jurusan.
- Memiliki nilai Matematika (Kelompok A/Umum) dan Bahasa Inggris minimal 80,00 (skala 1-100) pada Ijazah atau nilai rapor semester ganjil kelas 12.
- Berusia minimal 16 tahun dan maksimal 22 tahun per 1 September.
- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan hingga diangkat menjadi PNS.
- Tidak sedang memiliki hubungan dinas dengan instansi lain.
- Tidak pernah menjadi mahasiswa Politeknik Statistika STIS.
- Bersedia mematuhi peraturan yang berlaku dan menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) bagi yang dinyatakan lulus seleksi.
- Setelah lulus pendidikan, bersedia ditempatkan sesuai pilihan wilayah penempatan saat pendaftaran dan tidak mengajukan permohonan pindah wilayah penempatan dengan alasan apapun sekurang-kurangnya 7 (tujuh) tahun sejak diangkat menjadi PNS, kecuali terdapat kebutuhan organisasi.
2. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)
Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) juga termasuk sekolah kedinasan yang membatasi tes fisiknya. Tahapan seleksi di STMKG mencakup:
- Seleksi Administrasi.
- Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
- Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang meliputi mata pelajaran Fisika, Matematika, dan Bahasa Inggris.
- Tes Kesehatan, Tes Kebugaran, dan Wawancara.
Untuk tes kebugaran, pendaftar STMKG hanya akan mengikuti cooper test, yaitu berlari secepatnya sejauh 2,4 kilometer.
Adapun persyaratan untuk masuk STMKG adalah sebagai berikut:
- Warga Negara Indonesia (pria/wanita).
- Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna. Dapat berkacamata dengan Lensa Spheris Maksimal Minus (-) 4D, dan Lensa Silindris Maksimal Minus (-) 2D, serta bersedia melakukan pengobatan LASIK dengan biaya sendiri jika diterima/lulus seleksi.
- Usia tidak kurang dari 15 tahun dan tidak lebih dari 23 tahun pada 1 September 2025.
- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.
- Bebas narkoba, dibuktikan dengan tes kesehatan.
- Tidak sedang menjalani ikatan dinas dengan instansi lain.
- Memiliki tinggi badan minimal 155 cm (pria) dan 150 cm (wanita) dengan berat badan seimbang.
- Bersedia bekerja di lingkungan BMKG dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia setelah lulus pendidikan.
Cara Mendaftar Sekolah Kedinasan
Meskipun informasi pendaftaran resmi untuk tahun 2026 belum dibuka, perkiraan jadwal pendaftaran biasanya jatuh pada akhir Mei atau awal Juni. Seluruh proses pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan secara terpusat melalui portal Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Berikut adalah langkah-langkah umum untuk mendaftar:
- Kunjungi situs resmi dikdin.bkn.go.id.
- Pilih menu “Buat Akun”.
- Isi data diri yang diminta seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), nama lengkap, dan tanggal lahir.
- Unggah pas foto dan cetak Kartu Informasi Akun.
- Pilih satu sekolah kedinasan yang diminati.
- Isi biodata, nilai sekolah, dan unggah dokumen pendukung yang dipersyaratkan.
- Periksa kembali seluruh data yang telah dimasukkan dengan teliti, lalu klik “Akhiri Pendaftaran”.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
