— Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) terus memperkuat fasilitas pengujian kendaraan bermotor di Indonesia. Salah satu pengembangan terbarunya adalah proving ground yang kini beroperasi di fasilitas BPLJSKB Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, memungkinkan uji kecepatan kendaraan hingga 250 kilometer per jam.

Kepala BPLJSKB, Iman Sukandar, menjelaskan bahwa hadirnya proving ground ini menandai modernisasi pengujian kendaraan yang lebih menyerupai kondisi nyata di jalan. “Fasilitas di BPLJSKB sangat banyak. Terutama dalam satu tahun terakhir dengan adanya penambahan fasilitas proving ground,” ujar Iman.

Sebagai unit pelaksana teknis, BPLJSKB memiliki peran vital dalam memastikan kendaraan bermotor memenuhi standar keselamatan dan laik jalan melalui serangkaian pengujian dan sertifikasi sebelum dipergunakan di jalan raya.

Iman menambahkan, meskipun BPLJSKB sebelumnya telah memiliki berbagai fasilitas pengujian berstandar nasional, proving ground terbaru ini memungkinkan pengujian dilakukan secara dinamis. “Sekitar setahun terakhir, ada tambahan fasilitas proving ground yang memungkinkan pengujian dilakukan secara dinamis, sehingga lebih merepresentasikan kondisi sebenarnya saat kendaraan digunakan,” kata dia.

Uji Standar Internasional dengan 17 UN Regulation

Iman menjelaskan, proving ground tersebut mengadopsi standar dan metodologi pengujian berdasarkan UN Regulation, regulasi internasional yang banyak diterapkan di berbagai negara. “Secara internasional, saat ini kami memiliki 17 UN Regulation yang bisa diakomodasi. Dalam proses pengujiannya, digunakan berbagai fasilitas berupa track atau lintasan uji,” terangnya.

Salah satu fasilitas utama di proving ground BPLJSKB adalah high speed oval track. Lintasan berbentuk oval ini memiliki panjang sekitar 3,5 kilometer dan dirancang khusus untuk menguji performa kendaraan pada kecepatan tinggi.

“Pada lintasan ini kendaraan dapat dipacu hingga 250 kilometer per jam di jalur lurus. Sementara pada bagian menikung, kecepatan bisa mencapai 120 sampai 150 kilometer per jam,” jelas Iman.

Lintasan tersebut digunakan untuk menguji stabilitas kendaraan, kemampuan manuver, hingga performa komponen keselamatan ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi dan ekstrem.

Lintasan Pengereman Berdaya Cengkeram Rendah

Selain lintasan berkecepatan tinggi, proving ground BPLJSKB juga dilengkapi dengan fasilitas indoor dan outdoor untuk mendukung berbagai metode pengujian kendaraan. “Lengkap, ada fasilitas outdoor dan indoor,” tambah Iman.

Fasilitas penting lainnya yang menjadi perhatian adalah low friction braking track, sebuah lintasan khusus untuk pengujian pengereman dengan tingkat daya cengkeram rendah. Lintasan licin ini dibuat untuk menguji efektivitas rem pada berbagai kondisi jalan yang menantang.

“Lintasan ini memiliki beberapa jenis permukaan jalan, seperti aspal dan basalt tile dengan koefisien gesek yang sangat rendah. Kondisi tersebut dibuat untuk merepresentasikan karakter jalan tertentu yang ada di Indonesia,” pungkas Iman.