PPGKEMENAG.ID — Kepolisian menindak tegas pengemudi truk trailer yang kedapatan melawan arah di Jalan Cakung-Cilincing, Jakarta Utara. Penilangan ini dilakukan setelah aksi berbahaya tersebut terekam dalam sebuah video dan menjadi viral di media sosial.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @ilhampriyanto itu memperlihatkan dua unit truk trailer nekat melaju berlawanan arah. Dalam rekaman, pengunggah video sempat mencoba mengingatkan para pengemudi, namun teguran tersebut sama sekali tidak dihiraukan. Kedua sopir truk tetap melaju melawan arus, membahayakan pengguna jalan lain yang melintas.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ridha Poetera Aditya, memastikan bahwa pihak kepolisian telah mengambil tindakan tegas. Polisi langsung mencari dan menindak pelaku pelanggaran.
“Pengemudi dan truk yang melawan arah tersebut sudah ditilang,” ucap Ridha pada Jumat (8/5/2026).
Ridha juga mengirimkan bukti foto yang menunjukkan truk dan pengemudi yang identik dengan video viral tersebut saat sedang diberikan sanksi tilang oleh petugas di lapangan.
Sorotan Pakar: Pembiaran dan Mentalitas Pengemudi
Fenomena truk yang sering melawan arah ini turut mendapat perhatian dari Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana. Ia menjelaskan bahwa ada faktor pembiaran dari aparat penegak hukum yang membuat perilaku ini menjadi kebiasaan buruk yang terus berulang di jalan raya.
“Kita tahu level pengemudi truk di Indonesia secara mental dan attitude masih di bawah standar. Mindset mereka, kalau bisa gampang kenapa harus susah, walaupun harus melanggar aturan dan membahayakan. Sampai kapan pun mereka tidak akan peduli kalau belum kena batunya,” kata Sony.
Sony menambahkan, ketegasan petugas di lapangan adalah kunci utama untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Menurutnya, jika pelanggaran kecil terus dibiarkan, para pengemudi akan merasa hal tersebut adalah tindakan yang lumrah dan tidak perlu dikoreksi.
“Masalahnya cuma itu, pembiaran terhadap pelanggar lalu lintas. Budaya berlalu lintas kita lemah karena pengetahuan dan perilaku tidak pernah terdidik dengan benar,” ujar Sony.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
