— Negosiasi transfer Alessandro Bastoni dari Inter Milan ke Barcelona dilaporkan tersendat, menciptakan efek domino yang kini mengancam target Inter, Tarik Muharemovic. Situasi ini membuka jalan bagi Juventus untuk mendekati bek Sassuolo tersebut.

Pembicaraan antara Inter Milan dan Barcelona mengenai kepindahan Bastoni mulai menemui hambatan. Pelatih Blaugrana, Hansi Flick, disebut-sebut memiliki keinginan untuk mendatangkan bek dengan karakteristik kecepatan yang lebih tinggi, membuat kesepakatan Bastoni tertunda.

Kondisi mandeknya transfer Bastoni ini secara langsung berdampak pada upaya Inter Milan mengakuisisi Tarik Muharemovic dari Sassuolo. Di tengah ketidakpastian ini, Juventus dikabarkan mulai bergerak untuk mengganggu rencana Inter.

Perebutan Tarik Muharemovic Memanas

Sebelumnya, Tarik Muharemovic, yang merupakan rekan duet Jay Idzes di lini pertahanan Sassuolo, nyaris mencapai kesepakatan dengan Inter Milan. Klub berjuluk Nerazzurri itu dilaporkan telah mengajukan tawaran senilai 25 juta euro (sekitar Rp 511 miliar) ditambah satu pemain muda untuk membawa Muharemovic ke Giuseppe Meazza.

Namun, terhambatnya penjualan Bastoni memberikan celah bagi Juventus. Dilansir dari La Gazzetta dello Sport, Bianconeri memiliki 50 persen kepemilikan atas Tarik Muharemovic, sebuah fakta yang memberi mereka keuntungan dalam negosiasi.

Juventus dilaporkan siap melayangkan tawaran yang lebih tinggi, yakni senilai 30 juta euro (sekitar Rp 613 miliar). Angka tersebut juga disebut-sebut bisa dipenuhi oleh klub-klub dari Liga Inggris, menambah persaingan untuk mendapatkan tanda tangan Muharemovic.

Sassuolo Terbuka Lepas Pemain Andalan

CEO Sassuolo, Giovanni Carnevalli, sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan untuk melepas sejumlah pemain andalan demi menambah anggaran tim pada bursa transfer musim panas 2026. Carnevalli bahkan secara eksplisit menyebut nama Tarik Muharemovic sebagai pemain yang sulit untuk dipertahankan oleh Sassuolo.

Selain Muharemovic, tiga pemain Il Neroverdi lain yang menarik minat tim-tim papan atas adalah Ismael Kone, Armand Lauriente, dan Kristian Thorstvedt.

“Kami ingin mempertahankan mereka semua, karena tujuan sebenarnya Sassuolo bukanlah untuk menjual, tetapi untuk membangun tim yang lebih kuat,” ujar Carnevalli.

“Namun, kami kesulitan mempertahankan talenta kami, dihadapkan dengan tawaran gaji tiga atau empat kali lipat dan prospek bermain untuk klub besar. Itulah mengapa menjadi sangat rumit untuk merencanakan pengembangan mereka. Setiap tahun kami harus memulai dari awal dengan membongkar sesuatu,” imbuhnya.