PPGKEMENAG.ID — Harga bahan bakar diesel BP Ultimate Diesel resmi mengalami penurunan sebesar Rp 1.000 per liter mulai 8 Mei 2026. Penyesuaian harga ini membawa dampak langsung bagi pemilik kendaraan SUV diesel, termasuk pengguna Mitsubishi Pajero Sport, yang kini dapat mengisi tangki dengan biaya lebih rendah.
Bahan bakar diesel keluaran BP tersebut kini dibanderol Rp 29.890 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp 30.890 per liter. Kondisi ini tentu menjadi angin segar, mengingat Mitsubishi Pajero Sport merupakan salah satu SUV ladder frame bermesin common rail yang populer di pasar otomotif Indonesia.
Sebagai ilustrasi, untuk mengisi penuh tangki Mitsubishi Pajero Sport Dakar yang berkapasitas 68 liter, pemilik kini hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp 2.032.520. Angka ini sedikit lebih hemat dibandingkan dengan biaya sebelumnya yang dapat mencapai kisaran Rp 2,1 juta untuk satu kali pengisian penuh, memberikan keringanan biaya operasional harian, terutama bagi mereka yang rutin melakukan perjalanan jarak jauh.
Pilihan Bahan Bakar Diesel Lain
Selain BP Ultimate Diesel, pengguna Pajero Sport juga memiliki opsi lain pada segmen bahan bakar diesel nonsubsidi yang tersedia di pasaran.
Jika memilih Pertamina Dex yang dipasarkan seharga Rp 27.900 per liter, biaya pengisian penuh tangki Pajero Sport akan menjadi sekitar Rp 1.897.200. Sementara itu, dengan Dexlite yang dibanderol Rp 26.000 per liter, biaya untuk mengisi penuh tangki dapat ditekan hingga sekitar Rp 1.768.000.
Pentingnya Kualitas BBM untuk Mesin Modern
Penggunaan bahan bakar diesel berkualitas baik sangat direkomendasikan untuk menjaga performa dan kondisi mesin diesel modern, khususnya yang telah mengadopsi teknologi common rail dan turbocharger seperti pada Mitsubishi Pajero Sport.
Mesin diesel modern cenderung lebih sensitif terhadap kandungan sulfur dalam bahan bakar. Apabila kualitas solar yang digunakan kurang baik, potensi pembentukan kerak karbon pada ruang bakar serta risiko gangguan pada sistem injeksi mesin dapat meningkat secara signifikan.
Oleh karena itu, tidak sedikit pemilik SUV diesel yang tetap memilih untuk menggunakan bahan bakar nonsubsidi dengan spesifikasi lebih tinggi. Keputusan ini diambil demi menjaga performa optimal dan memperpanjang usia pakai mesin kendaraan mereka, meskipun konsekuensinya adalah biaya pengisian bahan bakar yang relatif lebih mahal.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
