PPGKEMENAG.ID — Delapan calon jemaah haji (CJH) cadangan asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini. Menariknya, mereka dijadwalkan bertolak lebih awal dari jadwal keberangkatan jemaah reguler Sumenep lainnya. Kedelapan CJH ini sebelumnya berstatus cadangan, namun kini telah naik menjadi jemaah reguler dan akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) yang berangkat lebih awal melalui Embarkasi Surabaya.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumenep, Ahmad Halimy, menjelaskan bahwa delapan jemaah tersebut terbagi dalam empat kloter berbeda. “Mereka berangkat lebih awal karena masuk kloter sebelum kloter reguler Sumenep,” ujar Halimy pada Jumat (8/5/2026).
Secara rinci, Halimy memaparkan bahwa dua orang jemaah akan masuk Kloter 68, dua orang di Kloter 71, dua orang di Kloter 72, dan dua orang lainnya di Kloter 76. Sementara itu, mayoritas CJH reguler asal Sumenep tahun ini tergabung dalam empat kloter utama. Kloter 77 akan memberangkatkan 375 orang, Kloter 78 sebanyak 376 orang, Kloter 79 sebanyak 376 orang, dan Kloter 81 dengan 221 orang jemaah.
Menurut Halimy, seluruh jemaah akan tetap diberangkatkan melalui Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum diarahkan ke kloter masing-masing. “Teknisnya mereka diantar ke Asrama Haji Sukolilo. Setelah itu diarahkan ke kloter masing-masing,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian jemaah asal Sumenep yang tergabung dalam kloter gabungan juga akan satu rombongan dengan jemaah asal Bali.
Total jemaah haji Kabupaten Sumenep untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 mencapai 1.356 orang. Jumlah tersebut terdiri dari:
- 1.348 jemaah haji
- Enam orang Petugas Haji Daerah (PHD)
- Dua orang Pembimbing Ibadah Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU)
Dari total tersebut, sebanyak 651 orang merupakan jemaah laki-laki dan 705 lainnya adalah perempuan.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
