PPGKEMENAG.ID — Konsumen kerap tergiur label “sehat” pada kemasan produk makanan di supermarket. Namun, tidak semua klaim di balik kemasan berwarna hijau atau bertuliskan janji-janji manis itu mencerminkan fakta nutrisi sesungguhnya. Banyak istilah pada label makanan lebih merupakan strategi pemasaran ketimbang informasi kesehatan yang jujur.
Sebuah laporan dari NDTV Food menyoroti beberapa kata atau frasa “jebakan” yang kerap mengecoh konsumen. Untuk menghindari salah pilih, konsumen disarankan mewaspadai lima istilah berikut saat berbelanja:
Waspadai 5 Kata Ini di Label Makanan
Multigrain
Istilah “multigrain” seringkali disalahartikan setara dengan gandum utuh atau whole grain. Padahal, label ini hanya menandakan bahwa produk tersebut mengandung lebih dari satu jenis biji-bijian.
Biji-bijian yang dimaksud bisa saja telah melalui proses berlebihan, sehingga kehilangan serat dan nutrisi alaminya. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan maksimal, pastikan Anda mencari label “100% Whole Grain” pada kemasan.
Sugar-Free atau Tanpa Gula
Produk berlabel “sugar-free” atau “tanpa gula” tidak serta-merta bebas kalori atau lebih sehat. Produsen kerap mengganti gula pasir dengan pemanis buatan seperti aspartam, sakarin, atau gula alkohol (sorbitol, xylitol).
Meskipun memiliki kalori lebih rendah, konsumsi berlebihan beberapa pemanis tersebut dilaporkan dapat memengaruhi metabolisme tubuh.
All Natural atau Alami
Istilah “alami” menjadi salah satu yang paling membingungkan di label makanan. Kendati terdengar sehat, label ini tidak menjamin produk bebas dari pestisida, hormon, atau proses produksi pabrik yang intensif.
Secara hukum, definisi “alami” sangat longgar, sehingga sering dimanfaatkan produsen untuk menarik minat konsumen yang mencari opsi makanan sehat.
Fat-Free atau Bebas Lemak
Produk dengan klaim “rendah lemak” atau “bebas lemak” patut diwaspadai. Saat lemak dihilangkan, makanan cenderung kehilangan rasa dan tekstur alaminya.
Untuk mengkompensasi, produsen umumnya menambahkan gula, garam, atau bahan pengental kimia agar produk tetap memiliki rasa yang lezat. Akibatnya, konsumen mungkin menghindari lemak, namun justru mengonsumsi gula secara berlebihan.
Made with Real Fruit (Dibuat dengan Buah Asli)
Klaim “dibuat dengan buah asli” sering ditemukan pada camilan anak-anak atau minuman ringan. Namun, proporsi “buah asli” di dalamnya bisa jadi hanya berupa setetes konsentrat buah.
Selebihnya, produk tersebut mungkin didominasi air, perasa buatan, dan pemanis. Konsumen disarankan untuk selalu memeriksa daftar komposisi di bagian belakang kemasan guna memastikan kandungan buah yang sebenarnya.
Tips Belanja Cerdas
Mengingat beragamnya strategi pemasaran ini, berikut beberapa tips belanja cerdas yang bisa diterapkan:
- Baca Daftar Komposisi: Bahan yang tercantum di urutan pertama adalah bahan dengan jumlah terbanyak dalam produk tersebut.
- Cek Informasi Nilai Gizi: Perhatikan jumlah kalori, gula, dan natrium (garam) per takaran saji.
- Jangan Terpaku pada Kemasan Depan: Bagian depan kemasan berfungsi sebagai ruang iklan, sedangkan tabel nutrisi di bagian belakang menyajikan fakta sebenarnya.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
