— Petugas gabungan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan, Jawa Timur, bersama aparat penegak hukum (APH) lintas instansi menggelar razia mendadak di blok hunian warga binaan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Lapas untuk mewujudkan “Zero Halinar” atau nihil handphone, pungutan liar, dan narkoba di lingkungan penjara.

Tidak hanya fokus pada penggeledahan kamar, razia ini juga mencakup tes urine secara acak yang dilakukan terhadap warga binaan dan petugas lapas, bertujuan mendeteksi potensi penyalahgunaan zat terlarang.

Kalapas Pasuruan, Tri Wibawa Kristiyana, menjelaskan bahwa penggeledahan yang berlangsung pada Jumat (8/5/2026) ini merupakan tindak lanjut dari program “Zero Halinar”.

Temuan Barang Terlarang Berbahan Logam

Operasi penggeledahan ini diawali dengan apel deklarasi bersama yang melibatkan personel gabungan dari Polres Kota Pasuruan, Kodim 0819, serta BNNK Pasuruan. Tim kemudian menyisir setiap sudut kamar di seluruh blok hunian dengan detail.

Dari penyisiran tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang yang tidak semestinya berada di dalam sel. Barang-barang tersebut meliputi alat berbahan logam, sendok besi, kertas gosok, cutter, kabel, dan korek api. Namun, tim gabungan tidak menemukan perangkat handphone maupun alat isap narkoba selama razia.

“Terkait barang yang dapat membahayakan langsung kami amankan. Untuk alat narkoba dan praktik penggunaan HP ilegal dalam blok tidak ada,” tegas Tri Wibawa.

Tes Urine Massal untuk Warga Binaan dan Pegawai

Pemeriksaan urine menjadi bagian krusial dari razia ini, mengingat fakta bahwa sekitar 70 persen dari total 593 warga binaan di Lapas IIB Pasuruan merupakan terpidana kasus narkotika. BNNK Pasuruan mengambil sampel urine secara acak, dengan prioritas pada warga binaan yang memiliki riwayat ketergantungan narkoba.

Tidak hanya menyasar warga binaan, seluruh pegawai lapas juga diwajibkan menjalani tes urine serupa. Langkah ini diambil guna memastikan integritas dan profesionalisme petugas di lapangan.

“Untuk mengetahui apakah masih terlibat dengan barang haram itu, tentu dengan tes urine seperti ini,” tambah Tri Wibawa.

Transparansi dalam Pengawasan

Pelibatan personel TNI dan Polri dalam razia ini bukan tanpa alasan. Hal ini bertujuan untuk menjaga transparansi menyeluruh dalam proses penggeledahan. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu meminimalkan celah pelanggaran serta potensi penyimpangan yang mungkin terjadi di lingkungan lapas.

Sebagai penutup, Tri Wibawa menegaskan, “Ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran.”