PPGKEMENAG.ID — Presenter Ruben Onsu mengakui kondisi keuangannya kini terpuruk akibat serangkaian penipuan yang menimpanya secara bertubi-tubi. Kerugian finansial yang dialaminya tidak hanya berasal dari kasus bisnis mukena senilai Rp 5,5 miliar yang sebelumnya ia ungkapkan, melainkan juga dari enam kasus penipuan lainnya.
“Itu mah cuma satu yang baru gue upload, (ada) tujuh orang gue kena,” ujar Ruben dalam sebuah kesempatan di program FYP. Ia menggambarkan situasinya sebagai “udah jatuh, ketimpa tangga, gedebuk,” yang berdampak pada hancurnya seluruh arus kas keuangannya. Ruben juga menyebut bahwa kerugian dari salah satu kasus penipuan mencapai Rp 5 miliar.
Meski telah secara terbuka berbicara mengenai kerugian miliaran rupiah dari bisnis mukena, Ruben memilih untuk tidak terlalu merinci penipuan yang melibatkan enam orang lainnya. Ia hanya menjelaskan bahwa setiap kasus memiliki cerita dan pelaku yang berbeda.
“Kejadiannya bukan orang yang sama, cerita beda lagi, ada lagi,” katanya. Beberapa sosok yang menipunya diakuinya adalah “temen deket gue, temen deket gue.” Ruben juga mengisyaratkan bahwa beberapa di antaranya dikenal oleh Raffi Ahmad dan pernah muncul di layar televisi.
“Kenal, dia kenal banget,” ucap Ruben sambil menunjuk Raffi Ahmad. Ia menambahkan, sosok tersebut adalah seorang laki-laki yang istrinya berprofesi sebagai artis. Namun, Ruben enggan membahas lebih jauh detail penipuan yang menimpanya.
Bagi Ruben, semua cobaan ini adalah bagian dari ujian hidup yang harus ia hadapi. “Gue tidak boleh menoleh ke belakang,” tegasnya. Ia kini memilih untuk menjadikan anak-anaknya sebagai penyemangat utama dalam menjalani hari-hari.
“Mendengar panggilan anak gue, menjadi penyemangat, itu aja,” pungkas Ruben.
Kronologi Kasus Bisnis Mukena
Sebelumnya, Ruben Onsu sempat menceritakan kronologi penipuan yang terjadi pada bisnis mukenanya. Kasus ini bermula sekitar tiga bulan sebelum bulan Ramadan, ketika seorang teman mengenalkannya kepada Philipus Suprihatin.
Ruben kemudian menyepakati perjanjian bisnis bagi hasil dengan komposisi 60-40. Nilai kontrak yang disepakati, menurut kuasa hukumnya Minola, mencapai sekitar Rp 5,5 miliar. Dalam prosesnya, Philipus berulang kali meminta dana dengan dua alasan utama. Pertama, untuk pembayaran uang muka kepada pabrik guna memulai produksi. Kedua, sebagai biaya hiburan yang digunakan untuk mencari pabrik dengan harga dan bahan baku terbaik.
Dilandasi kepercayaan karena dikenalkan oleh teman, Ruben pun berulang kali melakukan transfer dana ke dua rekening berbeda. Dana tersebut disalurkan ke rekening pribadi Philipus dan rekening atas nama PT Venteny Fortuna Indo. Namun, hingga Lebaran berlalu, mukena yang dijanjikan tak kunjung diproduksi. Uang yang telah ditransfer Ruben ke rekening PT Venteny Fortuna Indo ternyata juga tidak pernah diteruskan ke pihak pabrik.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
