— Di tengah pesatnya modernisasi transportasi kereta api, sebuah warisan teknologi dari era kolonial Belanda di Banyuwangi, Jawa Timur, tetap bertahan dan aktif beroperasi. Fasilitas kuno ini adalah spoor putar atau turn table lokomotif yang berlokasi di Depo Lokomotif Ketapang.

Secara fisik, spoor putar ini tampak sederhana: sebuah meja rel bundar raksasa yang terkoneksi dengan beberapa jalur kereta. Namun, dari sinilah lokomotif diatur arahnya sebelum menjalani pemeriksaan maupun perawatan rutin.

Yang membuatnya istimewa adalah proses pemutaran yang masih dilakukan secara manual. Saat lokomotif telah berhenti tepat di atas meja putar, beberapa petugas akan mendorong perlahan besi rel tersebut hingga berputar menyesuaikan arah jalur tujuan. Pemandangan ini menghadirkan nuansa kontras di tengah sistem transportasi modern yang serba otomatis, seolah membawa sepotong sejarah perkeretaapian ke masa kini.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa spoor putar tersebut merupakan bagian integral dari warisan teknologi perkeretaapian sejak zaman Belanda yang masih dipertahankan hingga kini.

Keberadaan spoor putar menjadi bukti sejarah perkembangan teknologi perkeretaapian sejak zaman Belanda. Hingga kini fasilitas tersebut masih dimanfaatkan untuk mendukung operasional lokomotif secara efektif dan efisien.

Cahyo menambahkan, spoor putar ini memegang peranan penting dalam mempercepat proses pemindahan arah lokomotif, menjadikannya lebih efisien dibandingkan harus menempuh jalur rel yang lebih jauh dan memutar.

Dengan waktu yang lebih singkat, kesiapan sarana dapat lebih optimal sehingga mendukung kelancaran perjalanan kereta api.

Bagi para pecinta sejarah maupun penggemar wisata transportasi, spoor putar di Ketapang menawarkan daya tarik tersendiri. Tidak banyak fasilitas peninggalan kolonial yang masih berfungsi aktif dan digunakan dalam operasional harian kereta api di Indonesia.

Suara gesekan besi yang bergerak perlahan, putaran rel tua, serta aktivitas petugas yang bekerja secara manual menciptakan atmosfer langka yang sulit ditemukan di stasiun-stasiun modern. Di Banyuwangi, spoor putar ini tidak hanya sekadar fasilitas teknis, melainkan juga saksi bisu perjalanan panjang kereta api di Indonesia, dari masa kolonial hingga era modern, tanpa kehilangan fungsi utamanya.

Meskipun memiliki nilai sejarah yang tinggi, area spoor putar ini tetap merupakan kawasan operasional terbatas. KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi demi menjaga keselamatan bersama dan kelancaran operasional kereta api.