PPGKEMENAG.ID — Upaya peningkatan kualitas literasi anak di wilayah kepulauan Maluku Utara masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait akses dan keterbatasan infrastruktur pendidikan. Di tengah kondisi ini, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel mengambil langkah konkret dengan menghadirkan rumah belajar informal bagi anak-anak di sekitar area operasional perusahaan di Pulau Obi, Halmahera Selatan.
Kondisi literasi di Maluku Utara memang menunjukkan perbaikan, dengan angka buta aksara penduduk usia 10 tahun ke atas yang turun menjadi 1,05 persen pada 2026, dari 1,12 persen pada 2024, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Meski demikian, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Maluku Utara masih berada di bawah rata-rata nasional, menandakan pekerjaan rumah yang masih panjang.
“Melalui Rumah Belajar ini, kami berharap anak-anak memiliki ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar sekaligus bermain,” ujar Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, melalui keterangan pers, Jumat (8/5/2026).
“Kami juga ingin membantu membentuk karakter anak agar lebih percaya diri, kreatif, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi,” lanjutnya.
Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel di bidang pendidikan. Wujudnya adalah pembangunan rumah belajar informal yang dirancang sebagai ruang belajar inklusif bagi anak-anak dan pelajar di luar jam sekolah formal.
Hingga saat ini, Harita Nickel telah membangun tiga rumah belajar. Ketiganya meliputi Rumah Belajar Simore di Desa Gambaru, Rumah Belajar Ocimaleo di Desa Ocimaleo, serta Rumah Belajar Nyinga Moi di Desa Fluk yang baru diresmikan pada 2 Mei 2026.
Rumah Belajar untuk Perkuat Literasi
Aktivitas di rumah belajar tersebut dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Anak-anak diajak dalam berbagai kegiatan, mulai dari membaca bersama, pendampingan mengenal huruf dan menulis, mendongeng, permainan edukatif, hingga menonton film-film yang sarat nilai pendidikan.
Pendekatan belajar yang tanpa tekanan ini mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Syaiful Bahry, menilai metode belajar semacam itu sangat penting bagi perkembangan psikologis anak.
“Secara psikologis, anak belajar paling efektif saat merasa aman, dihargai, dan tidak takut salah,” jelas Syaiful.
“Ruang-ruang kecil seperti ini dapat menjadi fondasi kuat bagi ketahanan mental dan pembangunan manusia jangka panjang,” imbuhnya.
Program Rumah Belajar Harita Nickel juga disambut positif oleh masyarakat setempat. Hamsiah Drakel, salah satu orang tua siswa, mengaku melihat perubahan signifikan pada anak-anaknya setelah mengikuti kegiatan belajar di sana.
“Setiap sore anak-anak datang dengan hati senang. Mereka tidak hanya membaca, tapi juga bermain dan belajar bersama,” tuturnya.
Senada, Nadia Abdullah berharap keberadaan rumah belajar ini dapat membantu mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gawai secara berlebihan. Hingga kini, program Rumah Belajar Harita Nickel telah memberikan manfaat kepada sekitar 210 siswa di wilayah sekitar operasional perusahaan.
Dapat Pengakuan Nasional
Inisiatif Harita Nickel ini bahkan telah memperoleh pengakuan nasional. Perusahaan menerima penghargaan Subroto Awards 2025 kategori Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Terinovatif Komoditas Mineral Bidang Pendidikan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Maluku Utara, Mulyadi Tutupoho, menilai keberadaan rumah belajar ini sangat membantu dalam memperluas akses pendidikan masyarakat di wilayah kepulauan.
“Dengan fasilitas belajar yang lengkap dan pendampingan yang konsisten, rumah belajar ini menjadi dukungan nyata bagi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah yang akses pendidikannya masih terbatas,” ujarnya.
Melalui penyediaan fasilitas seperti buku bacaan, alat peraga edukatif, serta pendamping belajar, Rumah Belajar Harita Nickel diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh yang inspiratif bagi anak-anak sekaligus memperkuat fondasi literasi di Maluku Utara.
Sebagai informasi, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel adalah bagian dari Harita Group. Perusahaan ini mengoperasikan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, dengan fasilitas peleburan nikel saprolit yang beroperasi sejak 2016 dan fasilitas pengolahan serta pemurnian nikel limonit sejak 2021.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
