— PT Anabatic Technologies Tbk (IDX: ATIC) menunjuk Irfan Setiaputra sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen baru. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Graha Anabatic, Tangerang, Banten, Kamis (8/5/2026), sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan perseroan dan mendukung proyeksi pertumbuhan CAGR 8-10 persen hingga 2030.

Penunjukan ini menjadi bagian dari perombakan jajaran dewan komisaris dan direksi, seiring dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang di sektor teknologi.

Perkuat Kepemimpinan dengan Irfan Setiaputra

Irfan Setiaputra, yang dikenal luas sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, secara resmi diperkenalkan sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen Anabatic. Pengalaman Irfan dalam memimpin perusahaan berskala besar di industri yang kompleks dan sangat teregulasi diharapkan mampu memberikan perspektif strategis yang kuat bagi Anabatic dalam menghadapi dinamika industri teknologi yang pesat.

Selain Irfan, RUPST juga mengusulkan Prasetio sebagai Komisaris Independen dan Victor Budi Tanuadji sebagai Komisaris baru. Sementara itu, Jonathan Budi Tanuadji diperkenalkan sebagai pengganti Hideaki Ohaishi dan Rieko Kawaguchi yang mengundurkan diri dari posisi Direksi Anabatic.

Dengan struktur yang diperkuat dan posisi keuangan yang semakin solid, kami optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan berkelanjutan.

Harry Surjanto, Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk

Harry Surjanto, Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, menyatakan bahwa penunjukan Presiden Komisaris baru ini merupakan komitmen perseroan untuk memastikan kepemimpinan ATIC berada pada posisi yang tepat dalam menangkap peluang masa depan.

Kinerja Keuangan Solid dan Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan

Langkah strategis penguatan kepemimpinan ini didukung oleh kinerja keuangan Anabatic yang menunjukkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2025, perseroan berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 13,2 persen secara tahunan (yoy), didorong oleh peningkatan efisiensi operasional dan kualitas profitabilitas.

Selain itu, Anabatic juga mengalami peningkatan margin laba bruto mencapai 13,6 persen serta margin laba bersih sebesar 3,9 persen. Dari sisi fundamental, perseroan membukukan pertumbuhan ekuitas sebesar 33,3 persen yoy, menjadikannya fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan.

Sejalan dengan penguatan kepemimpinan, Anabatic terus mendorong strategi pertumbuhan yang berfokus pada pengembangan dan diversifikasi portofolio produk serta layanan bernilai tambah. Fokus utama diarahkan pada solusi transformasi digital, seperti Data Modernization dan AI Digital Contact Center, untuk memperluas penerapannya di berbagai sektor industri.

Pada segmen Cloud & Digital Platform Partner (CDPP), perseroan berhasil menambahkan 26 produk baru sepanjang 2025 dan meluncurkan dua produk berbasis Intellectual Property (IP) sendiri. Sementara itu, pada segmen Digital Enriched Outsourcing Services (DEOS), integrasi teknologi artificial intelligence (AI) menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan.

Didukung oleh prospek industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) nasional yang terus bertumbuh, nilai pasar diperkirakan dapat mencapai sekitar 46 miliar dollar AS pada tahun 2025, dengan proyeksi pertumbuhan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 8–10 persen hingga 2030.

Ke depan, Anabatic berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan melalui penyempurnaan standar, peningkatan responsivitas, serta pemanfaatan teknologi terbaru. Dengan kombinasi kinerja keuangan yang solid dan kepemimpinan yang semakin fokus ke pengembangan bisnis, PT Anabatic Technologies Tbk optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai mitra transformasi digital tepercaya, baik di tingkat nasional maupun regional.