PPGKEMENAG.ID — Timnas U19 Indonesia menghadapi tantangan menarik pada babak penyisihan Grup A ASEAN U19 Championship 2026. Berdasarkan hasil undian yang digelar di Medan, Sumatera Utara, skuad asuhan Nova Arianto ini akan bersaing dengan Vietnam, Myanmar, dan Timor Leste.
Meski bermain di kandang sendiri dan menjadi salah satu unggulan, persaingan diprediksi ketat, terutama dengan Vietnam yang dikenal memiliki perkembangan pembinaan usia muda yang konsisten. Namun, pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo menilai peluang Indonesia untuk menjadi juara grup masih sangat terbuka lebar.
Fondasi Kuat Timnas U19 Indonesia
Menurut Gita Suwondo, salah satu kekuatan utama Timnas U19 Indonesia saat ini adalah kesinambungan pembinaan pemain yang telah terbentuk sejak level usia muda. Ia mengamati bahwa tim ini memiliki fondasi yang kuat karena sebagian besar pemain telah berkembang bersama sejak bergabung di kelompok umur sebelumnya.
“Tim ini sudah matang sejak U17 dan sekarang tetap bersama Nova Arianto di U19 dan mungkin akan kedatangan dari U17 yang bermain di bawah asuhan Kurniawan Dwi Yulianto seperti Mathew Baker,” ujarnya.
Keberlanjutan proses ini dinilai menjadi keuntungan besar bagi Indonesia dibandingkan tim lain yang mungkin masih membangun chemistry. Apalagi, sejumlah pemain dari generasi U17 sebelumnya mulai menunjukkan perkembangan menjanjikan dan diproyeksikan dapat menambah kekuatan skuad.
Vietnam Dinilai Jadi Lawan Paling Berat
Meskipun optimistis dengan peluang Timnas U19 Indonesia, mantan jurnalis olahraga ini tetap menilai Vietnam sebagai ancaman terbesar di Grup A. Perkembangan sepak bola usia muda Vietnam terlihat sangat jelas dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari level U17 hingga U23.
“Rasa-rasanya juara grup tidak terlalu sulit meskipun Myanmar dan Vietnam di grup ini. Lawan terberatnya tetap dari Vietnam yang terlihat sekali bahwa pembinaan usia dininya berjalan dengan baik jadi pasti U19 akan sama saja,” tutur Gita Suwondo.
Vietnam memang terus menunjukkan konsistensi di level junior Asia Tenggara. Organisasi permainan mereka dinilai semakin matang dan memiliki identitas yang kuat sejak usia muda. Oleh karena itu, laga Indonesia melawan Vietnam di babak penyisihan nanti diperkirakan akan menjadi pertandingan penentu juara grup.
Format Kompetisi Bisa Jadi Ancaman
Selain kekuatan lawan, Gita Suwondo juga menyoroti format turnamen yang menurutnya cukup berbahaya jika Indonesia gagal finis sebagai juara grup. Pada ASEAN U19 Championship 2026, hanya juara grup dan runner-up terbaik yang berhak lolos ke semifinal.
Situasi ini diperumit oleh fakta bahwa Grup C hanya diisi tiga tim, berbeda dengan Grup A dan B yang masing-masing berisi empat negara. Hal ini membuat perhitungan runner-up terbaik menjadi lebih rumit.
“Tapi yang harus diingat adalah kalau kita sampai terpleset jadi runner-up grup dengan format juara grup dan runner-up terbaik yang diambil dan hanya dua grup dengan empat tim yaitu grup A dan B, serta ada 1 grup yang berisi 3 tim,” kata Gita Suwondo.
“Jadi pasti runner-up-nya akan ditentukan berdasarkan hasil dari peringkat pertama dan ketiga dengan mengabaikan hasil peringkat ke-4,” imbuhnya.
Artinya, kemenangan besar atas tim terbawah belum tentu memberikan pengaruh signifikan terhadap klasemen runner-up terbaik.
Indonesia Dituntut Menang di Semua Laga
Melihat kondisi tersebut, Gita Suwondo menilai Indonesia tidak boleh kehilangan poin, terutama saat menghadapi Myanmar dan Timor Leste. Kemenangan di setiap pertandingan sangat penting untuk menjaga peluang lolos sebagai juara grup.
“Mungkin saja menang berapa pun dari Timor Leste akan sulit berpengaruh kalau kita sampai menjadi runner-up grup karena tidak dihitung,” ujar Gita Suwondo.
“Kita memenangkan semua laga kalau-kalau kita bisa ditahan imbang Vietnam sehingga hasilnya juara dan runner-up grup akan ditentukan melalui perbedaan gol,” sambungnya.
Dengan materi pemain yang ada saat ini, ia percaya peluang Indonesia untuk finis sebagai juara grup masih sangat besar.
“Jadi kita wajib menang dan kayaknya skuad yang dimiliki Nova Arianto itu peluangnya terbuka untuk menjadi juara grup walaupun kejutan mungkin saja terjadi,” ujarnya lagi.
Ancaman Australia dan Thailand di Semifinal
Meskipun peluang lolos dari babak penyisihan Grup A ASEAN U19 Championship 2026 cukup besar, tantangan sesungguhnya diperkirakan akan hadir di babak semifinal. Apabila Indonesia berhasil melaju, lawan berat sudah menanti.
“Lolos ke semifinal sepertinya merupakan hal mudah tapi kalau sampai kita jadi runner-up terbaik mungkin sudah menunggu Thailand atau Australia di semifinal,” kata pengamat yang juga dikenal sebagai komentator kompetisi Liga Belanda tersebut.
Timnas U19 Australia sendiri dinilai tetap menjadi salah satu kekuatan paling berbahaya di kawasan Asia Tenggara. Mereka memiliki rekam jejak yang patut diwaspadai.
“Ini yang pasti menyulitkan karena apapun Australia kan berasal dari pemain U17 lalu yang pernah mengalahkan kita juga saat kejuaraan Piala AFF U17 juga saat itu,” pungkasnya.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
