— OpenAI resmi meluncurkan fitur baru di ChatGPT bernama “Trusted Contact”, yang dirancang sebagai lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna yang diduga mengalami kondisi mental serius atau membahas tindakan menyakiti diri sendiri dalam percakapan dengan kecerdasan buatan (AI).

Fitur ini memungkinkan pengguna ChatGPT untuk menunjuk satu orang dewasa terpercaya, seperti teman, pasangan, atau anggota keluarga, sebagai kontak darurat di akun mereka. Jika sistem ChatGPT mendeteksi percakapan yang mengarah pada bunuh diri atau self-harm dengan risiko serius, notifikasi dapat dikirimkan kepada kontak terpercaya tersebut untuk melakukan pengecekan.

Menurut OpenAI, pengembangan Trusted Contact melibatkan kerja sama dengan klinisi kesehatan mental, peneliti, dan organisasi pencegahan bunuh diri. “Trusted Contact dirancang untuk mendorong koneksi dengan orang yang sudah dipercaya pengguna. Fitur ini bukan pengganti bantuan profesional atau layanan krisis, melainkan salah satu lapisan perlindungan tambahan,” tulis OpenAI dalam pernyataannya.

Mekanisme Kerja Trusted Contact

Fitur Trusted Contact bersifat opsional dan hanya tersedia untuk pengguna ChatGPT berusia 18 tahun ke atas. Pengguna dapat mengaktifkannya melalui menu Settings > Trusted Contact di aplikasi ChatGPT.

Setelah itu, pengguna bisa menambahkan satu orang dewasa sebagai kontak terpercaya dengan memasukkan alamat email dan nomor telepon mereka. Kontak yang ditunjuk kemudian akan menerima undangan dan harus menyetujuinya dalam waktu satu minggu agar fitur ini aktif. Jika tidak merespons atau menolak, pengguna perlu memilih orang lain.

Ketika fitur telah aktif, sistem otomatis ChatGPT akan memantau percakapan yang terindikasi serius terkait bunuh diri atau self-harm. Apabila percakapan terdeteksi berbahaya, ChatGPT akan memberi tahu pengguna bahwa kontak terpercaya mereka mungkin akan dihubungi, sekaligus mendorong pengguna untuk menghubungi orang tersebut secara langsung.

Proses selanjutnya melibatkan peninjauan oleh tim reviewer manusia OpenAI. Jika percakapan dinilai benar-benar berisiko, barulah ChatGPT akan mengirimkan notifikasi kepada Trusted Contact melalui email, SMS, WhatsApp, atau notifikasi aplikasi.

Meski demikian, fitur Trusted Contact ini belum muncul secara luas bagi semua pengguna. Perusahaan AI yang didirikan Sam Altman ini mengungkapkan bahwa fitur ini akan digulirkan secara bertahap kepada pengguna lebih luas dalam beberapa waktu ke depan.

Privasi Pengguna Terjaga

OpenAI menekankan bahwa notifikasi yang dikirimkan kepada kontak terpercaya dibuat terbatas demi menjaga privasi pengguna. Kontak terpercaya hanya akan diberi tahu bahwa pengguna mungkin membahas bunuh diri dalam percakapan yang dianggap mengkhawatirkan.

Isi obrolan, transkrip percakapan, atau detail pembicaraan tidak akan dibagikan kepada kontak terpercaya. Sebagai contoh, notifikasi yang dibagikan OpenAI akan berbunyi:

“Kami mendeteksi percakapan dari (nama pengguna) yang mungkin mengindikasikan masalah keselamatan serius. Karena Anda terdaftar sebagai Trusted Contact, kami membagikan informasi ini agar Anda dapat menghubungi mereka.”

OpenAI juga menegaskan kembali bahwa Trusted Contact bukanlah layanan darurat, sistem respons krisis, maupun pengganti bantuan profesional kesehatan mental.

Diluncurkan di Tengah Sorotan dan Gugatan

Peluncuran fitur ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap dampak chatbot AI terhadap kesehatan mental pengguna. Tahun lalu, OpenAI sempat mengungkapkan bahwa sekitar 0,07 persen pengguna aktif mingguan ChatGPT menunjukkan tanda-tanda “mental health emergencies” yang terkait dengan psikosis atau mania.

Selain itu, sekitar 0,15 persen pengguna menunjukkan risiko self-harm atau bunuh diri, dan 0,15 persen lainnya memperlihatkan tanda ketergantungan emosional terhadap AI. Dengan sekitar 900 juta pengguna aktif mingguan secara global yang diklaim OpenAI, jumlah pengguna yang masuk kategori berisiko tersebut dapat mencapai 3 juta orang di seluruh dunia.

OpenAI juga menghadapi sejumlah gugatan hukum dari keluarga pengguna yang meninggal bunuh diri setelah berinteraksi dengan chatbot AI. Dalam beberapa kasus, keluarga menuduh ChatGPT justru mendorong atau membantu pengguna merencanakan bunuh diri, sebagaimana dilaporkan oleh TechCrunch dan Gizmodo.

Kontak Bantuan

Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang mengalami depresi dan merasa tidak ada yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa mengunjungi situs web Into the Light Indonesia, di tautan https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/layanan-konseling-psikolog-psikiater/.