— Batasan komunikasi di ketinggian 30.000 kaki kini semakin fleksibel. Maskapai penerbangan British Airways secara resmi mengizinkan penumpangnya untuk melakukan panggilan suara maupun video selama penerbangan.

Kebijakan baru ini hadir seiring dengan peluncuran layanan internet berkecepatan tinggi Starlink di seluruh armada pesawat British Airways. Maskapai asal Inggris tersebut menargetkan seluruh pesawatnya akan dilengkapi Wi-Fi Starlink dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Melalui panduan terbaru yang dirilis di situs resminya, British Airways memperbolehkan penumpang untuk berkomunikasi melalui panggilan suara dan video. Kendati demikian, maskapai tetap menekankan pentingnya menjaga kenyamanan di dalam kabin.

Jika Anda membuat panggilan, jaga suara Anda tetap rendah dan gunakan headphone.

Wi-Fi Starlink yang digunakan diklaim mampu menghadirkan kecepatan internet hingga 500 Mbps. Kecepatan ini memungkinkan penumpang untuk melakukan berbagai aktivitas daring tanpa gangguan, mulai dari streaming, bermain gim, hingga panggilan video.

Adopsi Starlink dan Kebijakan Panggilan Maskapai Lain

British Airways bukanlah satu-satunya maskapai yang menjalin kerja sama dengan Starlink. Beberapa maskapai besar lain seperti United Airlines dan Emirates juga mulai mengintegrasikan layanan internet berbasis satelit tersebut ke dalam operasional mereka.

Sementara itu, Delta Air Lines dan American Airlines telah menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis di sejumlah rute penerbangan, khusus bagi anggota loyalitas mereka.

Meski adopsi teknologi internet semakin meluas, aturan terkait panggilan suara masih bervariasi di tiap maskapai. British Airways dan Emirates telah mengizinkan panggilan suara maupun video, menunjukkan perubahan signifikan dalam regulasi komunikasi di udara.

Namun, United Airlines dan Delta Air Lines masih mempertahankan larangan terhadap aktivitas tersebut. Kedua maskapai ini berdalih bahwa pelarangan panggilan suara adalah untuk menjaga ketenangan dan kenyamanan di dalam kabin pesawat.

Secara umum, maskapai-maskapai tersebut menilai kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama selama penerbangan. Bahkan, penumpang yang memutar audio dengan volume keras tanpa menggunakan headphone dapat dikenai sanksi tegas, mulai dari diturunkan dari pesawat hingga larangan terbang secara permanen.