PPGKEMENAG.ID — Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menyatakan bahwa rakyat Iran akan segera merayakan kemenangan besar dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini disampaikan Aref di tengah meningkatnya tensi antara Teheran dan Washington.
Menurut laporan media pemerintah Press TV pada Kamis (7/5/2026), Aref meyakini hasil akhir konflik ini akan membawa perubahan besar bagi posisi Iran di kancah internasional. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut akan mengakhiri tekanan dan sanksi yang telah lama membebani negaranya.
“Kita akan segera mengadakan perayaan kemenangan kita, dan sanksi serta tekanan yang telah dibebankan kepada bangsa Iran selama beberapa tahun terakhir akan dicabut dengan kemenangan besar bangsa Iran tersebut,” ujar Aref.
Klaim Aref muncul bertepatan dengan insiden saling melepaskan tembakan yang melibatkan kedua belah pihak di Selat Hormuz pada Kamis. Dalam insiden tersebut, Iran menuduh AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang tengah berjalan.
Di sisi lain, pihak AS membantah tuduhan tersebut. Washington menyatakan tidak menginginkan adanya eskalasi dan menegaskan bahwa gencatan senjata masih tetap berlaku.
Menanggapi situasi yang kian memanas, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran. Dia mengancam akan melancarkan serangan yang lebih masif jika Iran tidak segera menyetujui kesepakatan baru.
“Kami akan menghancurkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih keras lagi (secara kekerasan),” papar Trump.
Meski melontarkan ancaman tersebut, dalam wawancara terpisah dengan ABC News, Trump tetap bersikeras bahwa status gencatan senjata belum berakhir. Ia bahkan meremehkan dampak dari serangan yang baru saja terjadi, mendeskripsikannya hanya sebagai “sentuhan kasih sayang” atau just a love tap.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
