PPGKEMENAG.ID — Robot penjelajah Mars milik NASA, Curiosity, baru-baru ini menghadapi situasi genting yang berpotensi mengakhiri misinya. Selama hampir satu minggu, lengan robotik Curiosity terjebak oleh sebuah batu besar di permukaan Planet Merah yang menolak lepas setelah proses pengeboran.
Insiden ini bermula pada 25 April lalu, ketika tim insinyur di Bumi mengarahkan lengan Curiosity untuk mengebor sebuah batu Mars yang dinamai “Atacama”. Proyek rutin ini bertujuan untuk mengambil sampel batuan, menghancurkannya menjadi bubuk, dan menganalisis komposisi kimianya di laboratorium internal robot.
Pertarungan Melawan Atacama
Batu Atacama bukanlah formasi geologi sembarangan. Dengan lebar sekitar 45 sentimeter (1,5 kaki), ketebalan 15 sentimeter, dan berat mencapai 13 kilogram (28,6 pon), batu ini cukup signifikan.
Masalah muncul saat Curiosity berusaha menarik kembali lengan robotiknya. Alih-alih terlepas, seluruh bongkahan batu Atacama justru ikut terangkat dari permukaan tanah dan menempel erat pada selongsong bor.
“Pengeboran pernah memecahkan atau memisahkan lapisan atas batuan di masa lalu, tetapi belum pernah ada batu yang tetap menempel pada selongsong bor,” jelas pihak NASA dalam sebuah pernyataan resmi.
Situasi ini dinilai sangat serius oleh tim NASA. Jika batu raksasa itu tetap menempel secara permanen, bor Curiosity tidak akan bisa digunakan lagi. Lebih parah lagi, upaya pelepasan yang salah berisiko merusak mekanisme bor atau bahkan lengan robotik itu sendiri, yang dapat mengakhiri seluruh misi penjelajahan Curiosity.
Upaya Penyelamatan Penuh Ketegangan
Tim spesialis misi NASA segera bekerja keras selama berhari-hari untuk mencari solusi. Upaya pertama dilakukan dengan menggetarkan alat bor, namun Atacama tetap menempel selama empat hari berikutnya.
Tidak menyerah, tim kemudian mencoba pendekatan baru dengan mengubah orientasi lengan robotik dan memberikan getaran tambahan. Meskipun batu tersebut sempat melepaskan sedikit pasir, Atacama tetap tidak bergeming dari posisinya.
Setelah enam hari penuh tekanan, pada upaya ketiga yang menentukan, para insinyur memiringkan bor lebih jauh, memutarnya, dan menggetarkan alat tersebut sembari memutar mata bornya.
“Dalam kasus ini, Atacama akhirnya menyerah hampir seketika,” demikian laporan NASA.
Drama yang berlangsung hampir seminggu ini berakhir dengan hancurnya batu Atacama menjadi beberapa bagian saat jatuh kembali ke tanah Mars. Hingga kini, NASA melaporkan bahwa tidak ada kerusakan permanen pada kendaraan tersebut.
Curiosity dipastikan dalam kondisi baik dan siap melanjutkan eksplorasi di Planet Merah. Insiden dengan batu Atacama ini memberikan pelajaran berharga mengenai tantangan tak terduga dalam penjelajahan antariksa, sekaligus membuktikan ketangguhan robot penjelajah NASA.
Ikuti PPGKEMENAG.ID
